Jumat, 24 Agustus 2018 8:51

Tetesan Air Mata dan Firasat Kedua Orang Tua Anthony Sinisuka Ginting Lihat Anaknya Cidera

Reporter : Fery Bangkit 
Edison Ginting, Ayah Pebulutangkis Anthony Ginting Memperlihatkan Foto Anaknya Setelah Menjalani Perawatan.
Edison Ginting, Ayah Pebulutangkis Anthony Ginting Memperlihatkan Foto Anaknya Setelah Menjalani Perawatan. [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Pertandingan final bulu tangkis beregu putera pada Asian Games 2018 antara Indonesia vs China menyisakan cerita haru dari pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting.

Cerita haru dan pengakuan mengejutkan diungkapkan kedua orang tua Anthony, Edison Ginting dan Lucia Sriati saat ditemui di rumah pribadi Anthony di Jln. Ciawitali, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (23/8/2018).

Baca Juga : Vanya Shinta Semangati Atlet Indonesia di Asian Games Lewat Lagu

"Iya terharu, sempet tetesin air mata juga lihat perjuangan Ony (panggilan keluarga Anthony)," tutur Edison Ginting.

Dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Rabu (22/8/2018), Indonesia memang kalak telak 1-3 dari China. Indonesia hanya berhak menggondol medali perak, sementara emas diraih China.

Laga pembuka mempertemukan Anthony Sinisuka Ginting melawan pembulutangkis rangking dua dunia, Shi Yuqi. Anthony saat ini diperingkat 12 dunia.

Pada game pertama melawan tunggal putra terbaik China itu, Anthony tampil memukau. Smash lurus andalannya berhasil mengantarkan pebulutangkis berusia 21 tahun itu memenangi game pertama dengan skor 21-14.

Game kedua, Anthony dan Shi Yuqi pun saling mengejar poin. Meski sempat unggul, namun akhirnya ia harus menyerah dengan skor 21-23. Pertandingan pun dilanjutkan rubber game.

Drama pun dimulai pada babak penentuan. Kondisi tak enak mulai dirasakan Anthony pada pahanya. Ia mulai terlihat mengeluhkan sakit pada bagian paha kanannya. Bahkan, sudah diberikan pereda nyeri tim medis dua kali.

Namun, pria kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu tetap memaksakan diri untuk bertanding. Meski dalam keadaan sakit, Anthony sempat memperoleh satu poin hasil pengembalian Shi Yuqi yang keluar garis.

Akhrinya, Anthony benar-benar tak sanggup lagi melanjutkan pertandingan saat skor 20-21 untuk keunggulan pebulutangkis China. Indonesia pun tertinggal 0-1 dari China.

Perjuangan Anthony melawan cideranya dan sempat memilih lanjut pertandingan pun mendapat perhatian dan apresiasi dari publik dunia. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo pun sempat melihat kondisinya saat menjalani perawatan. Tak terkecuali dari keluarganya.

Ada cerita dari kedua orang tua Anthony ketika anaknya menjalani pertandingan dan harus menyerah pada keadaan cideranya.

Edison, yang menonton anaknya via televisi menuturkan, secara keseluruhan, Shi Yuqi adalah lawan berat bagi Anthony. Menurutnya, seharusnya pertandingan itu berjalan dua game saja untuk kemenangan anaknya. Namun, pada set kedua, Anthony kehilangan fokus.

Soal cidera atau keram paha, kata Edison, berdasarkan pengamatannya, itu sudah dirasakan anak keempat dari lima bersaudara itu sejak set kedua. Ia melihat Anthony mulai goyah, namun tak terlalu dirasakannya.

"Saya lihat set kedua udah goyang kakinya, udah berat kakinya, dia paksakan," tutur Edison.

Lalu, memasuki set ketiga, pertandingan pun mulai terlihat melambat. Baik Anthony maupun Shi Yuqi sebenarnya sama-sama merasakan kelelahan. Tapi, kondisi berbeda harus dialami Anthony.

Sempat jatuh bangun beberapa kali dan terlihat menahan sakit, Anthony akhirnya harus menyerah pada keadaan. Ia pun harus dibawa ke ruang perawatan menggunakan tandu.

Sebenarnya, kata Edison, dirinya dan istri tak kaget ketika melihat anaknya mengalami keram. Tapi, yang tak ia sangka adalah, keramnya bisa separah itu. Menurutnya, ada dua kemungkinan mengapa anaknya bisa keram seperti itu. Pertama, kekurangan minum, kedua ototnya sudah benar-benar lelah. Apalagi, kalau melakukan smash, Anthony kerap melompat tinggi kemudian langsung bergerak lagi.

"Kaget ngga karena sudah tau, tapi saya gak nyangka keramnya separah itu," ucap Edison.

Sebelumnya, Anthony memang memiliki riwayat cidera pada lutut kirinya. Namun, itu sudah dipastikan sembuh setelah menjalani recovery selama enam bulan. Itupun sempat menjadi kekhawatiran dari keluarga, namun untungnya hanya keram dibagian paha kanan.

Untuk kondisinya saat ini, lanjut Edison, keram Anthony sudah sembuh. Hanya ada sedikit nyeri kalau digerakan. Edison memastikan anaknya itu bisa bertanding melawan pebulutangkis Iran, Mehran Shahbazi Iran dalam babak 32 besar kategori perorangan.

Jika mampu mengatasi Mehran, kemungkinan Anthony akan dipertemukan lagi dengan pebultangkis asal Jepang, Kenta Momota. Kenta juga sempa menjadi lawan Anthony saat Indonesia melawan Jepang di babak semi final badminton Asian Games 2018.

"Rencananya kalau lawan Kenta Momota mau nonton langsung ke Jakarta," tandas Edison.

Baca Lainnya