Senin, 10 Mei 2021 21:04

Fenomena Klub 'Sultan' di Liga 2 2021, PSKC Cimahi Tak Gentar

Reporter : Permana
PSKC Kota Cimahi tak gentar dengan fenomena klub 'sultan'.
PSKC Kota Cimahi tak gentar dengan fenomena klub 'sultan'. [google]

Limawaktu.id - Pentas sepak bola nasional dihebohkan oleh fenomena klub 'sultan' di Liga 2 2021. Menjelang digulirkannya kompetisi kasta kedua di Tanah Air ini, sejumlah pengusaha tajir melintir mengakuisisi beberapa klub peserta Liga 2. Setidaknya ada lima klub yang telah diambil alih kepemilikannya. 

Yang paling mencuri perhatian adalah Cilegon United yang diakuisisi Raffi Ahmad, selebriti papan atas Tanah Air, yang berkolaborasi dengan Presiden Direktur Prestige Motorcars Rudy Salim dan Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Donny Oskaria. Kini nama Cilegon United pun berubah menjadi RANS Cilegon FC. Kemudian ada Persis Solo yang diambil alih putra Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang berkolaborasi dengan Kevin Nugroho dan Erick Thohir (Menteri BUMN). 

Sama seperti Cilegon United, Dewa United juga dimiliki tiga sosok kaya raya. Klub yang berganti nama dari Martapura FC ini dikuasai Mahendra Agakhan Thohir, Garibaldi Thohir, dan Kevin Hardiman.  Sebelumnya, pada akhir tahun 2020 lalu, Wakil Wali Kota Pati Saiful Arifin resmi mengakuisisi saham Putra Sinar Giri (PSG). Tak hanya menguasai, Saiful juga memindahkan markas klub dari Jember, Jawa Timur, ke Pati, Jawa Tengah.  Dan yang terbaru pengusaha asal Malaysia sekaligus pemilik Kelantan FC, Norizam Tukiman, membeli PSPS Riau pada awal Mei kemarin.

Kelima klub 'sultan' ini tentu membuat atmosfir sepak bola nasional semakin bergairah. Liga 2 kini menjelma menjadi panggung bagi para 'sultan' di industri sepakbola nasional, yang dipastikan bisa menjadi magnet tersendiri bagi publik sepak bola Tanah Air. Tim mapan dan berpengalaman mendapat cobaan dari klub-klub tersebut   Dampaknya, persaingan pun semakin kompetitif.  

Menanggapi fenomena ini, Eddy Moelyo, komisaris utama PSKC Cimahi menyambutnya dengan baik. Menurutnya, timnya tidak gentar menghadapi klub-klub 'sultan' tersebut. Pasalnya, PSKC sudah terbiasa berhadapan dengan klub-klub besar. 

"Selama fair play ya bagus, tapi kalau menjadikan tidak fair play ya kemunduran bagi sepak bola Indonesia," tegas Eddy, seperti dikutip indosport.com, belum lama ini. 

Bagi PSKC, yang sudah tiga tahun berkiprah di Liga 3, dan kini tembus di Liga 2, menghadapi klub besar bukan hal baru. "Kalau bagi PSKC itu sih nggak berpengaruh. Kami sudah teruji selama tiga tahun menghadapi klub besar jadi nggak ada masalah," tambahnya. 


Eddy memprediksi, Liga 2 semakin menarik dan kompetitif, serta menjadi perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Hal ini dikarenakan banyaknya pemain jebolan Liga 1 yang direkrut untuk meramaikan persaingan di Liga 2.

"Jadi bertambah kompetitif Liga 2, orang-orang nggak hanya melihat Liga 1 saja sekarang," ucap Eddy.  

Baca Lainnya