Jumat, 31 Agustus 2018 21:52

Cerita Keluarga Hanifan Soal Prestasinya di Ajang Asian Games 2018

Reporter : Fery Bangkit 
Hanifan Yudani Kusumah, peraih medali emas Asian Games 2018 cabang penca silat kategori Men's Class C (55-66kg).
Hanifan Yudani Kusumah, peraih medali emas Asian Games 2018 cabang penca silat kategori Men's Class C (55-66kg). [Net]

Limawaktu.id - Nama Hanifan Yudani Kusumah belakangan ini menjadi perbincangan.

Penyebabnya, selain berhasil meraih medali emas Asian Games 2018 cabang Pencak Silat kategori Men's Class C (55-66kg), mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi itu juga memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI, Prabowo Subianto secara bersamaan.

Baca Juga : Tatap Semifinal, Ayahanda Ginting Optimis Anaknya Menang

Bakat Hanifan, pesilat asal Jalan Pasir Kerenceng RT 03/07 Kampung Mulyasari, Desa Cincin, Soreang, Kabupaten Bandung ternyata menurun dari kedua orang tuanya, Dani Wisnu dan Dewi.

Hendi Kosasih, paman Hanifan menuturkan secara singkat bagaimana keponakannya itu bisa menjadi atlet pencak silat yang memiliki prestasi hebat di tingkat nasional dan Asia.

Baca Juga : Mahasiswanya Raih Medali Emas Hingga Bikin Romantis Jokowi-Prabowo, ini Ucapan Pihak STKIP Pasundan Cimahi

Hendi menuturkan, keponakannya tersebut belajar pencak silat sejak umur enam tahun. Ia digembleng oleh kedua orangtuanya, yang juga pernah menjadi juara dunia pada tahun 80-an dan 90-an.

"Darah pencak silat dan juara sudah ada di diri Hanifan. Sejak 6 tahun belajar silat karena ibu bapaknya juara dunia silat," tutur Hendi saat dihubungi via sambungan telepon, Jum'at (31/8/2018).

Ayahnya, kata Hendi, merupakan juara dunia pencak silat tahun 1986 di Austria dan tahun 1989 di Malaysia. Sedangkan ibunya, juara dunia 1989 di Malaysia dan 1992 di Belanda.

Khaerul Syobar, Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan SDM STKIP Pasundan Cimahi menambahkan, kedua orang tua Hanfian memang sudah lama berkecimpung di dunia silat. Hal tersebut lantas menurun kepada anaknya, Hanifan.

Pada tahun 2002-2010, kata dia, kedua orang tuanya satu organisasi dalam kepengurusan IPSI Jawa Barat. Pada masa itulah, ia mulai melihat sosok Hanifan yang penuh bakat.

"Dulu satu organisasi dengan bapak dan ibunya Hanif. Dia sejak kecil sudah mengenal silat," kata Khaerul.

 

Baca Lainnya