rtanian Dispangtan Kota Cimahi  Teja Dahliawati memberikan sosialisasi Sekolah Sehat di SDN Cibeureum Mandiri 1, Kamis, 2 Oktober 2025.
Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi Teja Dahliawati memberikan sosialisasi Sekolah Sehat di SDN Cibeureum Mandiri 1, Kamis, 2 Oktober 2025. [Limawaktu.id]
News

Wujudkan Generasi Unggul, Pemkot Cimahi Gulirkan Program Sekolah Sehat

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Untuk menciptakan generasi yang unggul dan sehat, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian menggulirkan Program Sekolah Sehat se Kota Cimahi.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Teja Dahliawati mengungkapkan, Program Sekolah Sehat ini sebetulnya bukan hanya menjadi salah satu tanggung jawab dari Dinas Pangan dan Pertanian tetapi juga ada kegiatan-kegiatan  yang berrisan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  lain  seperti Dinas Kesehatan, BP2P3KB maupun Dinas Pendidikan

"Gerakan Sekolah Sehat itu  mencakup 6 aksi nyata yaitu berkebun,  gemar makan ikan, gemar makan makanan bergizi sehat dan seimbang ,  kantin sehat dan sekolah aman, tak hanya anak sekolah, tapi semua kalangan akan dilakukan intervensi," ungkap Teja, usai Sosialisasi Sekolah Sehat, di SD Negeri Cibeureum Mandiri 1, Kamis, 2 Oktober 2025. 


Menurut Teja, pihaknya saat ini memfokuskan kepada SD dan SMP terlebih dahulu,  namun untuk kedapan akan dilaksanakan di level SMA maupun SMK .  Dalam program berkebun, para siswadiajarkan bagaimana menanam  di lahan sekolah yang bisa dimanfaatkan  atau lahan-lahan kosong yang ada di sekolah. 


"Jika tidak ada lahan kosong maka bisa dilakukan mengunakan polybag atau memafaatkan  rooftop yang memang tidak digunakan. Untuk tanamannya dari kami akan diberikan berikut pendampingan oleh para penyuluh pertanian," katanya. 


Dia menjelaskan,  sesuai dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi targetnya jingin menciptakan generasi yang unggul  dan sehat. 


"Setelah para siswa mendapatkan wawasan cara berkebun, meraka bisa menerapkannya di rumah.Di rumah orang tuanya diajari oleh anaknya sehingga bisa menularkan kepada tetangganya. 


Saat ini kata Teja, di Kota Cimahi sudah ada 20 sekolah yang diintervensi dari tingkat SD hingga SMP. 


""Rencana insyaallah semua sekolah kalau memang anggarannya masih tersedia kita akan lakukan intervensi. kalau anggarannya  tidak tersedia memohon kepada sekolah untuk melaksanakannya  secara mandiri, " pungkasnya.  

 

Baca Lainnya