Kamis, 1 Maret 2018 10:39

Workshop Muslim Cyber Army yang Dihadiri Aher Tidak Ada Kaitan Dengan MCA yang Diburu Polri

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi
Ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Beredarnya pamflet Workshop Muslim Cyber Army di media sosial yang mencantumkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai salah seorang nara sumber pada acara yang diselenggarakan 20 Desember 2017 lalu bertempat di Convention Hall At-Taqwa Cirebon tersebut, dikaitkan oleh warganet dengan kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang saat ini sedang diburu polisi.

Diketahui, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengamankan 14 orang tersangka anggota dari Muslim Cyber Army (MCA), group yang diduga sering melempar isu yang provokatif di media sosial seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Terkait hal tersebut Ust. H. Ali Wahyuno salah seorang panitia workshop yang bertajuk One Day Workshop Cyber Dakwah tersebut menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara workshop dengan kelompok MCA yang saat ini diburu polisi.

"Nggak ada, kita pelatihan medsos untuk dakwah dan e-commerce. Tidak mengajarkan hoaks apalagi memfitnah. Semoga yang sebar hoaks dan fitnah segera pada sadar dan dapat hidayah untuk manfaatkan media untuk dakwah, ajak kebaikan dan bermuamalah yang hasanah, halal dan thoyyib", jawab Ali saat dimintai klarifikasi limawaktu.id melalui WhatsApp, Rabu (1/3/18).

Dalam pamflet tertulis peserta dibatasi sampai 600 orang dengan fasilitas snack, coffe break, makan siang, sertifikat dan makalah tanpa dipungut biaya alias gratis.

Menurut Ali, pembiayaan workshop berasal dari donatur dan bekerjasama dengan pemerintah, "Dana rezeki dari Allah melalui para aghniya (orang kaya, red.). Untuk support dan donatur, kami kerjasama degan At Taqwa, dan Instansi Pemerintah tekait. ICMI kerjasama degan lintas ormas dan lintas parpol yang istiqamah untuk dakwah Islamiyyah dan demi persatuan bangsa dan tegaknya NKRI", katanya.

Selain di Cirebon yang diikuti lebih dari 350 peserta, workshop juga diselenggarakan di Sukabumi yang diikuti 600 perserta, "Kota-kota lain menyusul untuk diselenggarakan event seperti di Cirebon", jelas Ali yang berprofesi sebagai guru dan enterpreneur ini.

"Saya menghimbau siapa saja janganlah menyebar berita hoaks, apalagi fitnah dan menebar kebencian atau black campaign di tahun politik ini, mari kita jaga kondusifitas untuk berbangsa dan bernegara. Jaga persatuan dan kesatuan ummat Islam dan bangsa Indonesia untuk maju berdaulat adil makmur sejahtera", pungkasnya yang tinggal di Cirebon ini.