Bandung Barat - Objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) termasuk di kawasan Lembang hanya akan diperbolehkan menerima wisatawan asal Jawa Barat. Artinya, wisatawan dari luar Jawa Barat termasuk dari Jakarta untuk sementara dilarang masuk kawasan wisata KBB.
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna memastikan jika objek wisata, restoran, dan hotel di KBB terutama wisata outdoor di Lembang yang jadi primadona akan dibuka mulai Sabtu (13/6/2020) pagi.
"Kita sementara ini tidak menerima pengunjung wisata dari luar Jawa Barat. Jadi diprioritaskan untuk wisatawan Jawa Barat dulu saat pembukaan nanti," ungkap Umbara saat ditemui di Lembang Jumat (12/6/2020).
Selain itu, pihaknya menyarankan pengelola objek wisata untuk menaikan harga tiket wisata hingga 30 persen. Hal itu disarankan Aa Umbara dengan tujuan untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, meski sudah disepakati hanya diperkenankan menerima wisatawan maksimal 30 persen.
"Tiket masuk dinaikan 30 persen, kapasitas kunjungan dibatasi 30 persen," sebut Aa Umbara.
Pengelola wisata diharapkan memberikan informasi di pintu masuk objek wisata. Selain itu pengelola juga harus melakukan pengecekan KTP calon pengunjung untuk mengantisipasi wisatawan luar Jawa Barat.
"Nanti harus dicek sama pengelola karena kita tidak boleh terima dulu wisatawan luar Jawa Barat. Kalau ada yang mau berkunjung misalnya dari Jakarta, agar dipulangkan atau diputarbalikkan saja," katanya.
Pihaknya juga meminta peran dari TNI-Polri untuk melakukan penyekatan di perbatasan KBB terutama di jalan-jalan alternatif seperti Parongpong, Cihideung, Cisarua, dan titik masuk ke KBB lainnya.
"Nanti juga kita minta polisi melakukan penyekatan. Karena wisatawan luar Jawa Barat yang masuk KBB ini justru lebih banyak lewat jalur alternatif ketimbang jalur arteri," tegasnya.
Pemilik sejumlah objek wisata di KBB Perry Tristianto mengatakan sudah siap menerapkan protokol kesehatan saat wisata dibuka termasuk membatasi jumlah pengunjung dan pengunjung dari luar Jawa Barat.
"Kita sudah siap menyambut pembukaan. Pembatasan pengunjung hanya 30 persen dan tidak boleh ada yang dari luar Jawa Barat. Nanti spanduknya dipasang di depan dan mengecek identitas pengunjung," kata Perry.