Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi [instagram]
News

Warga Karawang Tertahan di Libya, Dedi Mulyadi Koordinasi Intensif dengan KBRI

Limawaktu.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, memberikan respons tegas terkait video viral yang memperlihatkan kondisi warga Kabupaten Karawang yang tertahan di Libya dan tidak dapat pulang ke Tanah Air.

Dedi  meminta agar warga yang bersangkutan dan keluarganya dapat bersabar selagi proses diplomasi dijalankan.Hal itu disampaikan melalui media sosial resminya pada Selasa (12/5/2026).

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dirinya telah mengambil langkah proaktif untuk menangani kasus ini. Ia mengakui telah mengetahui adanya kendala yang dialami oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang tersebut melalui laporan masyarakat yang viral.

"Saya sampaikan terima kasih atas informasinya. Memang ada saudara kita, khususnya warga Kabupaten Karawang, yang hari ini belum bisa kembali ke Indonesia karena mengalami masalah di Libya," ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Dedi menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi awal, kasus-kasus seperti ini sering kali berakar pada proses keberangkatan yang bermasalah atau tidak sesuai prosedur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap bertanggung jawab penuh atas keselamatan warganya di luar negeri.

Langkah Strategis PemulanganGuna memastikan kepulangan warga tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya. Langkah ini diambil untuk memvalidasi data dan memastikan proses perlindungan hukum serta administratif berjalan aman.

"Mohon bersabar, kami akan menindaklanjuti apa yang disampaikan. Kami pastikan komunikasi dengan KBRI Libya terus berjalan agar warga kita bisa segera kembali ke kampung halaman dengan selamat," tegas KDM.

Kasus PMI di Libya ini menjadi salah satu prioritas penanganan dalam kerangka perlindungan warga Jawa Barat di luar negeri.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar