Selasa, 15 Agustus 2023 15:51

Wapres KH Ma’ruf Amin Harapkan Pilpres Tak Menimbulkan Polarisasi yang Tajam

Reporter : Bubun Munawar
Wapres KH Ma’ruf Amin didampingi Menpora Dito Ariotedjo serta Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso pada  Peringatan Hari Pramuka di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta  Senin (14/08/2023).
Wapres KH Ma’ruf Amin didampingi Menpora Dito Ariotedjo serta Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso pada Peringatan Hari Pramuka di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Senin (14/08/2023). [BPMI/Setwapres]

Limawaktu.id, Jakarta - Pemilihan presiden (Pilpres) semakin dekat. Ikatan kerja sama politik antara partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) serta Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ditandatangani di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023).

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin memberikan tanggapannya saat ditanya awak media terkait koalisi baru tersebut, usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-62 dan Pembukaan Raimuna Nasional XII Tahun 2023 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, Jl. Buperta-Jambore Cibubur, Harjamukti, Jakarta Timur, Senin (14/08/2023).

"Kita harapkan tiga atau dua poros misalnya itu, tidak menimbulkan polarisasi yang tajam," tutur Wapres kepada awak media.

Wapres lantas mengimbau, para pendukung koalisi dapat mewujudkan kontestasi politik yang kondusif nantinya.

"Kita berharap, Pemilu yang akan datang ini [menjadi] pemilu/kontestasi yang penuh persahabatan, rasa kegembiraan, saling menghormati, dan nanti menghasilkan pemimpin yang betul-betul kita harapkan," imbuhnya.

Lebih lanjut Wapres juga berharap agar para kandidat pemimpin di masa depan dapat menarik hati para pemilih muda, yang jumlahnya saat ini cukup besar.

"Oleh karena itu, maka calon-calon yang paling bisa memberikan pemahaman tentang yang dilakukan, yang menarik generasi muda, mereka pasti yang akan menjadi pilihan generasi muda," terangnya.

 Menurut Wapres, hal ini perlu menjadi perhatian yang cukup besar dari para kandidat mengingat sifat kritis dan keterbukaan akses informasi yang dimiliki kaum muda.

 "Dan generasi pemuda sekarang ini sudah cukup cerdas ya, pintar sekali memilih calon-calonnya, sudah terbiasa mereka mengikuti apa yang di medsos, apa yang di berita-berita, semua tahu, sudah tahu, jadi mereka sudah bisa nanti mengukur arah pilihannya," pungkasnya.

 

Baca Lainnya