Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri groundbreaking ceremony penataan kawasan wisata Situ Bagendit di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Selasa (111120).
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri groundbreaking ceremony penataan kawasan wisata Situ Bagendit di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Selasa (111120). [Humas Jabar]
News

Wajah Situ Bagendit Mulai Dipoles

Kab Garut - Penataan kawasan wisata Situ Bagendit di Kabupaten Garut Jawa Barat akan menjadi semangat pemulihan ekonomi Jabar khususnya Kabupaten Garut. Hal itu dibuktikan dengan groundbreaking ceremony penataan kawasan wisata Situ Bagendit lewat pemancangan menggunakan alat berat drop hammer di lokasi proyek di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Selasa (11/11/20).

"Secepat-cepatnya masyarakat Garut dan wisatawan bisa menikmati wajah baru Situ Bagendit pada Desember 2021," ujar Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil  saat menghadiri  groundbreaking bersama Bupati Garut Rudy Gunawan dan perwakilan dari Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI).

Dikatakan Emil, penataan kawasan wisata Situ Bagendit merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar, dan Pemda Kabupaten Garut. Penataan diawali usulannya kepada Presiden RI Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Situ Bagendit di 2019. Ia mengusulkan agar objek wisata kebanggaan warga Garut itu bisa dipercantik menjadi wisata kelas dunia.

"Saya, Presiden, Menteri PUPR, dan Bupati Garut berdiskusi dan hasilnya adalah penataan ulang yang dikelola oleh Ditjen Cipta Karya," katanya.

Masterplan penataan kawasan wisata Situ Bagendit dengan nilai kontrak kurang lebih Rp. 81,1 miliar ini terdiri dari 3 gate yang merupakan akses masuk bagi pengunjung dan 6 zona meliputi beberapa fungsi, yaitu wisata publik (Zona 1), area kuliner (Zona 2), area green school (Zona 3), area komersil (Zona 4), area water sport (Zona 5), serta area masjid dan konservasi (Zona 6).

Dari berbagai zona tersebut, pengunjung akan menikmati berbagai fasilitas, antara lain di Zona 1 mulai dari wisata air, ruang terbuka, taman, amfiteater, dermaga, taman teratai, plaza utama, plaza edukasi, ruang kuliner, kios oleh-oleh, parkir kendaraan, hingga toilet.

Sementara di Zona 6, akan dibangun Pulau Nusa Kelapa yang nantinya terdapat masjid, menara pandang, plaza utama, area literasi, playground, sky bridge, dermaga, jembatan, plaza air, hingga kawasan konservasi.

Setiap zona pun dihubungkan oleh jalur pedestrian yang terbagi ke dalam dua tipe, yaitu pedestrian dengan tanggul dan elevated pedestrian. 

Baca Lainnya