Rabu, 10 Agustus 2022 23:03

Wagub Uu; Pemahaman Mitigasi Bencana Harus bagi Jurnalis

Reporter : Iman Nurdin
Wagub Uu Ruzhanul Ulum membuka workshop Jurnalis Sadar Risiko Bencana, yang diselenggarakan JQR dan Diskominfo Jabar, di Kab. Garut Rabu (10/08)/2022).
Wagub Uu Ruzhanul Ulum membuka workshop Jurnalis Sadar Risiko Bencana, yang diselenggarakan JQR dan Diskominfo Jabar, di Kab. Garut Rabu (10/08)/2022). [Iman Nurdin]

Kab. Garut (limawaktu.id), - Para jurnalis harus memahami tentang mitigasi bencana alam. Selain memberikan informasi terhadap masyarakat, jurnalis juga harus menjaga keselamatan dalam bertugas.

"Jurnalis yang paham terhadap bencana maka ketika melakukan peliputan bencana bisa menjaga keselamatannya," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan sambutan  Workshop Jurnalis Sadar Risiko Bencana di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas, Kabupaten Garut, Rabu (10/08/2022).

Penting lagi, kata Uu, jurnalis juga memberikan informasi dan kesadaran kepada masyarakat akan tentang risiko bencana. Apalagi di Jawa Barat berada di posisi rawan bencana alam.

"Jawa Barat provinsi rawan bencana alam, seperti, longsor, banjir, hingga gunung meletus dan lain sebagainya," kata Uu.

Uu berupaya melakukan kegiatan mitigasi bencana dengan berkolaborasi berbagai pihak. Salah satunya berkolaborasi dengan insan media dalam peliputan dan mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Jabar memiliki program tangguh bencana ini dalam menangani bencana, bagaimana mencegah dan menanggulangi bencana," ujarnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Jabar Quick Respons dan Diskominfo Jabar ini, dihadiri puluhan jurnalis dari seluruh daerah di Jawa Barat. Workshop ini diselenggarakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (10-11/08/2022). Workahop ini pun menghadirkan narasumber ahli di bidang mitigasi dan kebencanaan.

Pada hari pertama, para jurnalis mendapat materi tentang Manajemen Perjalanan, Pemetaan Risiko Bencana (Safety Awareness), pengenalan dasar perlengkapan pribadi dalam kebencanaan, dan jurnalistik dan kemanusiaan.

"Kegiatan ini untuk membekali para wartawan atau jurnalis ketika akan melakukan peliputan bencana di tengah pesatnya informasi, " kata Kepala Diskominfo Jabar,  Ika Mardiah.

Menurutnya, jurnalis dapat membentu  menekan risiko bencana untuk dirinya dan masyarakat. "Di balik cepatnya informasi, jurnalis pun harus benar-benar sadar tentang risiko bencana dalam melakukan pelipitan, " pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer