Limawaktu.id - Komisi 4 DPRD Kota Cimahi menyayangkan tidak tersedianya anggaran untuk pemeliharaan Stadion Sangkuriang oleh Pemkot Cimahi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Cimahi, Ayis Lavilianto usai meninjau langsung kondisi Stadion Sangkuriang pada Rabu (15/1/2020).
"Itu yang kita sayangkan, untuk pemeliharaan saja tidak ada. Sekedar bayar listrik saja enggak ada," kata Ayis.
Stadion berkapasitas 12 ribu penonton itu memang sudah lama terbengkalai. Kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak laik digunakan sebagai venue pertandingan sepak bola.
Nasib Stadion Sangkuriang kini semakin tidak menentu seiring tidak cairnya bantuan anggaran dari Pemprov Jabar tahun ini. Padahal, bantuan keuangan tersebut menjadi sumber yang diandalkan untuk merenovasi stadion yang mencapai Rp 300 miliar.
Dengan batalnya bantuan itu, ungkap Ayis, pihaknya bersama Pemkot Cimahi tengah mencari alternatif pendanaan lain. "Kita cari solusi. Ada beberapa alternatif yang dimungkinkan. Kami akan mendukung," ujarnya.
Salah satu solusi yang muncul, terang dia, dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau swasta. Namun, kata Ayis, apabila direnovasi oleh swasta juga harus sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang sudah dibuat tahun 2018.
"Kita kaji bersama dulu. Takutnya nanti kalau melenceng dari DED malah jadi temuan. Mudah-mudahan ada solusinya," katanya.
Selain itu, lanjut Ayis, pihaknya juga menyarankan unsur pimpinan DPRD Kota Cimahi berkirim surat ke unsur pimpinan DPRD Jabar untuk mendorong agar bantuan anggaran renovasi Stadion Sangkuriang segera direalisasikan.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Budi Raharja mengatakan, tahun ini memang pihaknya tidak memiliki anggaran khusus untuk pemeliharaan Stadion Sangkuriang. Apalagi untuk merenovasinya.
"Tahun ini kita tidak anggaran untuk pemeliharaan stadion. Tapi kita akan coba bersihkan secara swadaya," katanya.