Limawaktu.id - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi mendapatkan jatah bantuan satu unit bus dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Bantuan itu diserahkan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Agung Budi Santoso kepada Rektor Unjani Cimahi Witjaksono pada Jumat (27/12/2019) di Kampus Unjani Cimahi, Jalan Terusan Jenderal Sudirman.
Dalam kesempatan tersebut, Agung Budi Santoso mengatakan, bus sekolah ini merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang diusulkan sejak tahun 2018, dan baru direalisasikan pada Tahun Anggaran 2019.
"Mulai kita bahas ditahun 2018 untuk kegiatan 2019 ada pemberian bantuan bus untuk sekolah," ujar Agung. Sebetulnya, terang ABS, sapaan Agung Budi Santoso, tahun lalu DPR RI mengusulkan 10 unit bus untuk dibagikan di instansi pendidikan Kota Cimahi dan Kota Bandung. Dua wilayah itu merupakan Daerah Pilihan (Dapil) dirinya.
Namun yang terealisasi hanya lima unit bus sekolah. Selain Unjani Cimahi, ada SMKN 2 Kota Cimahi serta Universitas Nurtanio, SMAN 14 dan SMP PGII 2 di Kota Bandung yang mendapatkan bantuan bus serupa.
"Secara bertahap kita berikan. Tadi pagi kita ke Universitas Nurtanio. Dua (SMP PGII 2 dan SMAN 14) sudah dikirim. SMKN 2 Cimahi nunggu masuk sekolah," ujar Agung.
Menurut Anggota Komisi II DPR RI itu, pemberian unit bus sekolah sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi yang ia dapat di Kota Cimahi dan Kota Bandung. Aspirasi itu kemudian ia perjuangkan lewat kelembagaan.
"Saya tau pasti di Cimahi masih banyak sekolah yang membutuhkan bantuan bus sekolah," tuturnya.
Ia berharap dengan adanya bantuan bus sekolah ini bisa menunjang aktifitas pembelajaran tentunya dalam hal transportasi.
"Kami berpesan kepada sekolah yang mendapat bantuan untuk mau merawat dan mengoperasikan dengan baik sehingga kemanfaatannya akan terus maksimal," imbuhnya.
Rektor Unjani Cimahi, Witjaksono mengatakan, pihaknya sangat mengapresasi adanya bantuan ini. Sebab, dengan keberadaan bus ini akan lebih memudahkan aktifitas mahasiswa Unjani.
"Dengan pemberian ini kita bisa menyambung kegiatan mahasiswa kami yang sangat padat, selalu butuh bus. Selalu nyewa keluar selama ini," ujarnya.
"Perlu diketahui juga kampus kami ada dua, kalau mau memanggil mahasiswa kami yang ada di Kiaracondong, Bandung dengan bus ini saya kira sudah terjawab," sambung Witjaksono.