Rabu, 20 September 2023 21:07

Universitas Telkom-Rumah Zakat Tingkatkan Kesadaran Lingkungan melalui Upcycling

Reporter : Iman Nurdin
Universitas Telkom dan Rumah zakat mengembangkan Upcycling di Kel Cipaganti, Kec Coblong untuk  meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat.
Universitas Telkom dan Rumah zakat mengembangkan Upcycling di Kel Cipaganti, Kec Coblong untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat. [IST]

Limawaktu.id -- Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, adalah salah satu komunitas yang telah berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan menerapkan praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu upaya penting dalam hal ini adalah program edukasi dan sosialisasi Lab Upcycling CHILAZ Craft yang baru-baru ini diluncurkan. Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Universitas Telkom dari berbagai fakultas, dipimpin oleh Dr. Ir. Ratna Lindawati Lubis, M.M., dosen aktif di Program Studi S2 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang juga Ketua Gerakan Masyarakat Cinta Cikapundung (Gemricik) sejak 2015.

“Program ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memberikan kesempatan bagi warga lokal untuk belajar dan berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan,” ujar Ratna.

Rumah Zakat juga turut mendukung kegiatan ini dengan berparan aktif mengirimkan fasilitator untuk melakukan sharing knowledge dan menyampaikan success story mengenai program pengelolaan sampah yang telah dilakukan Rumah Zakat selama ini. 

Lab Upcycling CHILAZ Craft berfokus pada konsep upcycling, yang merupakan praktik mengambil barang-barang bekas atau limbah dan mengubahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai lebih tinggi.

Program ini juga mencakup pelatihan keterampilan dan lokakarya bagi warga sekitar, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan baru sambil berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan. Program ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2023, dengan berbagai pelatihan yang diadakan setiap bulan.

“Rumah Zakat memiliki program pengelolaan sampah di berbagai titik lokasi, di Bandung sendiri kami memiliki 2 bank sampah di Desa Binaan, harapannya dengan sharing knowledge ini bisa memberikan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat dalam mengelola sampah sehingga berkontribusi pada tujuan berkelanjutan” kata Dedi, Fasilitator Rumah Zakat.

Program ini bekerja sama dengan sejumlah dosen yakni Dr. Astri Ghina, S.Si., M.S.M. yang saat ini menjadi dosen aktif di FEB, dan Putra Fajar Alam, S.S.I., M.T., di Fakultas Rekayasa Industri (FRI). Sekelompok mahasiswa yang tengah mengejar gelar S2 Manajemen di FEB pun ikut andil. Mereka tengah mengerjakan tesis dengan fokus pada Ekonomi Sirkular dan SDG Target 11.6. Pengelolaan Sampah Kota.

“Semoga melalui edukasi dan aksi seperti ini, kita dapat membangun masyarakat yang lebih sadar lingkungan dan berkontribusi pada pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan, terutama target 11.6 yang berkaitan dengan pengelolaan kota yang berkelanjutan,” ungkap Dedi.

Baca Lainnya