Jumat, 4 Desember 2020 12:40

Unggas Baru Pembawa Petaka, 100 Ekor Ayam Mati Mendadak di KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Ayam Milik Peternak yang mati Akibat Flu Burung
Ayam Milik Peternak yang mati Akibat Flu Burung [Foto Istimewa]

Bandung Barat - Kematian unggas secara tiba-tiba mengegerkan warga Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Setelah dilakukan pengecekan, ternyata unggas jenis ayam tersebut terpapar flu burung atau virus H5N1.

Laporan adanya kematian unggas secara mendadak itu diterima penyuluh di lapangan pada Selasa (1/12/2020). Tercatat ada sekitar 100 ekor ayam yang mati, dari total populasi unggas sebanyak 250 ekor di wilayah tersebut.

"Kemudian kami lakukan rapid tes pada hari Rabu (2/12). Hasil menunjukan positif dengan tingkat kepercayaan 99 persen," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Wiwin Apriyanti saat ditemui di Parongpong, Jumat (4/12/2020).

Ia mengungkapkan, kasus flu burung tersebut bermula dari unggas baru yang dibeli peternak kemudian langsung disatukan dengan unggas lainnya yang sudah berada di kandang. Tanpa disadari unggas baru tersebut ternyata membawa virus.

"Akhirnya tertular semuanya. Sekarang masih ada sisanya, kami sarankan dipisah kandang. Mudah-mudahan tertolong," sebutnya.

Untuk mencegah penularan lanjutan, pihaknya melakukan penanganan ayam-ayam yang terpapar flu burung tersebut dengan cara dibakar lalu dikubur. Kemudian diberikan kapur atau disinfektan di sekitar area peternakan tersebut.

Wiwin khawatir jika tidak segera dilakukan pencegahan, virus tersebut malah menyebar ke wilayah lainnya. Pihaknya sudah melakukan surveilens dan memperketat pengeluaran unggas dari wilayah tersebut agar tidak menyebar.

Apalagi, tegas dia, jangan sampai menular terhadap manusia. Sebab jika sudah tertular, akibatnya terburuknya bisa sampai meninggal dunia. Untuk itu, masyarakat tetap harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Penularannya itu bisa lewat air liur, kotoran sama bangkainya juga bisa. Kalau tanda manusia tertular itu biasanya ada flu berat, hampir sama seperti COVID-19," jelas Wiwin.

Dirinya melanjutkan, kasus flu burung ini bukan yang pertama tahun ini. Februari lalu ditemukan 35 ekor unggas yang mati akibat terpapar virus tersebut di Cipeundeuy.

Baca Lainnya