n di Perlintasan Kereta Api Jalan Gatot Subroto, Pemprov Jabar akan membangun Underpass di lokasi tersebut.
Kerap terjadi kemacetan di Perlintasan Kereta Api Jalan Gatot Subroto, Pemprov Jabar akan membangun Underpass di lokasi tersebut. [Istimewa]
News

Underpass Gatot Subroto Masuk Tahap Lelang, Proyek Rp150 Miliar Siap Urai Kemacetan

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Proyek pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, akhirnya bergerak menuju tahap realisasi. Infrastruktur yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan akut di jalur padat tersebut kini masuk proses lelang, dengan nilai proyek mencapai Rp150 miliar.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat, paket pembangunan underpass itu memiliki pagu anggaran Rp150 miliar, sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp130,13 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, memastikan tahapan lelang tengah berjalan. Jika tidak ada hambatan, kontrak proyek ditargetkan diteken pada 21 Juli 2026.

“Informasi yang kami terima memang sudah dilelangkan. Kalau melihat jadwal, seharusnya tanggal 21 Juli sudah tanda tangan kontrak,” kata Wilman.

Pembangunan underpass tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sementara Pemerintah Kota Cimahi lebih dulu menyelesaikan tahapan krusial berupa pembebasan lahan.

Tak tanggung-tanggung, Pemkot Cimahi mengalokasikan Rp36 miliar dari APBD untuk menuntaskan pembebasan lahan demi membuka jalan bagi proyek strategis itu.

“Kalau untuk pembebasan lahan sudah beres dari kita, nilainya Rp36 miliar. Mudah-mudahan lelangnya tidak ada kendala sehingga langsung dibangun fisiknya. Kalau lihat di dokumen lelang, waktu pelaksanaan itu 165 hari kalender,” ujar Wilman.

Keberadaan underpass di Jalan Gatot Subroto dinilai mendesak. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik kemacetan paling rawan di Cimahi akibat tingginya volume kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta api yang terus meningkat.

Situasi kian kompleks setelah operasional Kereta Feeder penghubung Stasiun Padalarang–Stasiun Bandung untuk penumpang Kereta Cepat Whoosh. Intensitas buka-tutup perlintasan sebidang semakin tinggi, memicu antrean panjang kendaraan hampir setiap hari.

Wilman menegaskan, pembangunan underpass bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan solusi jangka panjang untuk menata lalu lintas sekaligus menyesuaikan regulasi transportasi nasional.

“Salah satunya dasar kenapa underpass dibangun karena ke depan tidak boleh ada perlintasan sebidang sesuai aturan Kementerian Perhubungan. Yang kedua, untuk mengurangi kemacetan,” tegasnya.

Selain mengurai kepadatan lalu lintas, proyek ini juga diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan di lintasan yang kini semakin sibuk.

“Sekarang ini setiap setengah jam, bahkan seperempat jam, sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya untuk mengurangi risiko kecelakaan. Akhirnya kita berpikir pembangunan underpass menjadi solusi,” pungkas Wilman.

Jika proses lelang berjalan mulus, Underpass Gatot Subroto berpotensi menjadi salah satu proyek strategis paling penting di Kota Cimahi tahun ini—bukan hanya memecah kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga, tetapi juga memperkuat keselamatan dan konektivitas transportasi di jalur vital perlintasan kereta.

Baca Lainnya