Banjir Dan Endapan Lumpur Yang Menutup Akses Jalan Dan Lahan Pertanian Akibat Longsor Beberapa Waktu Lalu Di Desa Cilangari
Banjir Dan Endapan Lumpur Yang Menutup Akses Jalan Dan Lahan Pertanian Akibat Longsor Beberapa Waktu Lalu Di Desa Cilangari [Fery Bangkit]
News

Tutup Tahun 2019, ini Jumlah Catatan Bencana di Cimahi

Limawaktu.id - Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat, ada 76 peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2019.

"Itu terdiri dari banjir dan genangan 18, tanah longsor 28 dan pohon tumbang 30 kejadian," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Nanang yang didampingi Sekretaris BPBD Kota Cimahi, Ajat Sudrajat saat ditemui Jumat (3/1/2020).

Selain tiga bencana itu, ada sejumlah peristiwa lainnya yang melibatkan personel BPBD Kota Cimahi seperti kebakaran lahan sebanyak 36 kejadian, kebakaran bangunan 12, kekeringan  17 lokasi. Kemudian musibah bangunan roboh sebanyak 32 kejadian.

"Rumah atau bangunan roboh itu bisa karena lapuk, terkena hujan deras hingga puting beliung," ujar Nanang.

Personel BPBD Kota Cimahi yang tergabung dalam rescue gabungan bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi juga melakukan penangangnan ular, pembasmian sarang tawon dan sebagainya.

"Lain-lain seperti pembasmian sarang tawon, penangkapan ular dan sebagainya itu sekitar 50. Jadi kalau ditotalkan penanganan nya berbagai kejadian yang melibatkan BPBD ada 223," ungkap Nanang.

Dikatakan Nanang, ada berbagai kendala yang dialami BPBD Kota Cimahi dalam penanganan bencana. Seperti kurang idealnya personel dan perlengkapan yang ada saat ini.

Untuk personel, saat ini pihaknya baru memiliki 44 orang, yang bertugas di sekretariat dan personel di lapangan. Rinciannya, 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 22 Tenaga Harian Lepas (THL).

Kemudian untuk peralatan, lanjut Nanang, sejauh ini pihaknya belum memiliki peralatan khusus rescue. Ia mencontohkan, seperti peralatan khusus banjir dan kekeringan.

"Alat rescue juga harusnya punya sendiri. Idealnya ada peralatan banjir dan kekeringan, kita belum sekomplit itu," ujarnya.

Meski dari segi personel dan peralatan belum optimal, kata dia, pihaknya tetap berupaya maksimal dalam penangguulangan bencana. "Tapi BPBD pasti selalu hadir dalam setiap musibah," ucapnya.

Dalam penanganan bencananya, pihaknya selalu berkoordinasi dan bekerja sama sengan intsansi lainnya, seperti Damkar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman hingga para relawan. 

Baca Lainnya