Senin, 16 Maret 2020 16:17

Triwulan Pertama Segera Berakhir, Berapa Paket Proyek yang Sudah Dilelangkan di Cimahi?

Foto istimewa
Foto istimewa [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Triwulan pertama Tahun Anggaran 2020 akan segera berakhir. Namun hingga saat ini jumlah paket lelang yang masuk Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi baru 10 paket yang akan ditenderkan.

Sebanyak 10 paket lelang yang masuk itu terdata lewat sistem online lpse.cimahikota.go.id. Paket lelang masih didominasi pengadaan jasa yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Cimahi.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Cimahi, Ainul Yakin mengatakan, dalam proses lelang ini, pihaknya hanya menerima dokumen yang masuk dari setiap SKPD. Jadi, kata dia, cepat atau tidaknya proses lelang ini tergantung kesiapan dokumen SKPD.

"Kita nunggu SKPD. Kalau belum menyampaikan ke sistem, berarti SKPD-nya belum siap," kata Ainul saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (16/3/2020).

Ainul mengungkapkan, proyek yang sudah memasukan dokumen lelangnya di antaranya Pembangunan Underpass Sriwijaya Jalan Sriwijaya-Jalan Dustira dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Namun, paket lelang yang masuk baru berupa jasa yakni konsultan pengawas pembangunan.

Berdasarkan nilai yang tertera dalam sistem, anggaran untuk jasa konsultasinya mencapai Rp 2,7 miliar. Biasanya, prosesnya membutuhkan waktu hingga dua bulan lebih, sebab harus dilakukan seleksi terlebih dahulu.

"Underpass sudah berjalan untuk konsultan pengawas fisiknya," ucap Ainul.

Meski lelang konsultannya belum tuntas, terang Ainul, proses lelang jasa fisik pembangunan underpass senilai Rp 105 miliar itu tetap bisa dilakukan. Menurutnya, SKPD terkait saat ini tengan mempersiapkan dokumen lelangnya.

"Sekarang persiapan untuk dokumen lelang. Masih ada perbaikan, dalam waktu dekat sudah bisa kita lelangkan," ungkapnya.

Proyek besar lainnya yang sudah masuk paket lelang adalah pembangunan lanjutan Mall Pelayanan Publik (MPP). Namun yang baru tercatat dalam sistem baru penyedia jasa Manajemen Kontruksi Pembangunan Lanjutan MPP Tahap II sebesar Rp 2,3 miliar dan Belanja Penyedia Jasa Konsultasi Penyusunan DED Interior MPP senilai Rp 399,9 juta.

Ainul mengungkapkan, untuk pembangunan fisik lanjutan MPP saat ini masih dalam proses review, untuk melihat kekurangan pengerjaan tahap pertama yang sudah dilaksanakan akhir tahun 2019. Setelah review selesai, akan langsung dibuat perencanaan dan dokumen lelang.

"Fisiknya nunggu hasil review. Jadi pekerjaan yang sudah apa saja, yang belum apa saja. Setelah itu baru dibikin dokumen apa saja yang harus dikerjakan," jelasnya.

Berikut data paket lelang yang sudah terdaftar lewat lpse.cimahikota.go.id.

1. Konsultan Pengawas Pembangunan Underpass Sriwijaya Jalan Sriwijaya-Dustira Rp 2,7 miliar.

2. Belanja modal penambahan Gedung dan Ruang Baru Puskesmas Melong Asih Rp1,3 miliar.

3. Manajemen Kontruksi Pembangunan Lanjutal MPP Tahap II Rp 2,3 miliar.

4. Belanja penyedia Jasa Konsultasi Penyusunan DED Interior MPP Rp 399,9 juta.

5. Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar untuk 13 Puskesmas Rp 404 juta.

6. Belanja Jasa Layanan Kebersihan Tahun 2020 Rp 708,3 juta

7. Perencanaan penyempuraan Masjid Pemkot Cimahi Rp 121 juta.

8. Perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasaran Kejari Rp 123 juta.

9. Pemeliharaan Kendaraan Operasional Roda Rp 2,5 miliar.

10. Belanja penyedia Jasa Keamanan Rp 2,5 miliar. 

Baca Lainnya