Bidan Desa Sukatani Sinta Lestari saat menangani relawan yang mengalami masalah kesehatan.
Bidan Desa Sukatani Sinta Lestari saat menangani relawan yang mengalami masalah kesehatan. [Fery Bangkit]
News

Trauma Hingga Pusing Dialami Korban Longsor di Ibu Kota KBB

Limawaktu.id - Gangguan kesehatan mulai dirasakan korban longsor dan pergerakan tanah di Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ngamprah merupakan Ibu Kota KBB.

Setidaknya sudah ada 48 warga, petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta relawan yang mengalami masalah kesehatan. Hal itu disebabkan faktor cuaca, pikiran, serta faktor fisik yang kelelahan akibat mesti berjibaku membersihkan material sisa longsoran yang menerjang pemukiman warga.

Bidan Desa Sukatani, Sinta Lestari mengatakan, hari pertama longsor pada Selasa (11/2/2020), pihaknya sudah menangani sedikitnya 13 orang baik dari warga yang terdampak longsor dan pergerakan tanah, petugas Babinsa-Bhabinkamtibmas, serta relawan yang mengalami masalah kesehatan.

"Hari ini ada 35 orang yang mengeluh sakit, seperti pegal-pegal, lemes, pusing, sama luka-luka lecet dua orang," ucap Sinta saat ditemui, Kamis (13/2/2020).

Ia menjelaskan, sakit yang diderita warga tidak ada yang parah sehingga bisa ditangani petugas di Posko Kesehatan tanpa perlu mendapat penanganan intensif di rumah sakit maupun Puskesmas terdekat. "Jadi cukup dengan pengobatan sederhana, pertolongan pertama dengan menggunakan obat-obatan dasar," jelasnya.

Akibat peristiwa pergerakan tanah dan longsor yang bermula dari samping Tol Purbaleunyi itu, beberapa warga mengalami trauma sehingga, petugas kesehatan selain mesti berjaga di Posko Kesehatan, secara bergantian petugas kesehatan pun mengunjungi kediaman warga yang mengalami trauma untuk membantu memulihkan mentalnya.

"Kemarin ada yang trauma, kita kasih motivasi dan sudah kembali dengan saudaranya, dan kita masih intens menemui untuk memastikan kondisinya," uja Sinta.

Sementara itu, warga terdampak longsor dan pergerakan tanah, Titin Sadiah (45) menyebutkan, dirinya memeriksakan kesehatan karena merasa pusing dan pegal-pegal setelah mencoba menahan rasa sakit yang dideritanya sejak hari kemarin. Namun karena sudah tidak tahan, dirinya memutuskan untuk memeriksakan kesehatan di Posko Kesehatan.

"Udah gak ketahan lagi, jadi kesini buat diperiksa dan biar cepat diobati biar cepet sembuh," ungkapnya.

Diakui Titin, sampai saat ini dirinya masih merasa khawatir jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan. Sebab, hujan masih sering terjadi, sehingga menghambat proses penanganan pasca bencana.

"Ya takut, ya cemas. Kan ini kemarin hujan, sekarang hujan jadi takut kalau ada longsor lagi. Apalagi itu kan yang kerja di bekas longsor juga pasti keganggu kalau hujan mah," tandasnya.
 
 
 

Baca Lainnya