TNI melakukan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu, 7 Desember 2025.
TNI melakukan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu, 7 Desember 2025. [Puspen TNI]
News

TNI Distibusikan BBM di Lokasi Bencana Sumatera

Limawaktu.id, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah  mengungkapkan, pihaknya melakukan langkah strategis dengan melakukan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Distribusi dilakukan melalui jalur udara guna menunjang kelancaran operasi penerbangan bantuan kemanusiaan. Pengiriman BBM dilaksanakan melalui Lanud Soewondo dengan memanfaatkan pesawat angkut C-130 Hercules dan CN-295,” ungkap Freddy, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Desember 2025.

Menurut Freddy, BBM tersebut menjadi komponen vital bagi operasional helikopter yang setiap hari melaksanakan pengangkutan bantuan logistik, seperti sembako dan kebutuhan darurat lainnya, menuju wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat terputusnya akses darat.

“Medan yang berat serta tertutup material longsor membuat jalur udara menjadi satu-satunya sarana paling efektif untuk menjangkau masyarakat terdampak secara cepat dan aman,” kata Freddy.

Freddy menjelaskan, selain mendukung misi penerbangan, pasokan BBM juga dipergunakan untuk mengoperasikan mesin genset di sejumlah titik bencana yang masih mengalami gangguan pasokan listrik. Kehadiran genset sangat membantu menghidupkan kembali aktivitas di posko pengungsian, fasilitas layanan kesehatan darurat, serta mendukung kelancaran komunikasi lapangan bagi petugas.

Melalui pengiriman BBM ini, TNI bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmen penuh untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat terdampak bencana.

“Operasi bantuan melalui udara akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga seluruh wilayah kembali dapat diakses dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata,” jelasnya.

Freddy memaparkan, TNI terus mengintensifkan operasi kemanusiaan dalam penanganan dampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total personel yang terlibat saat ini mencapai 30.864 prajurit.

Dalam mendukung mobilisasi logistik dan personel, TNI telah mengerahkan secara keseluruhan total alutsista yang terlibat mencapai 70 unit.

"Jumlah pesawat angkut 18 pesawat, helikopter 36 helikopter, Kapal TNI yang dilibatkan ada 16 kapal, 14 KRI dan 2 ADRI," papar Freddy.

 Freddy melanjutkan, distribusi bantuan kemanusiaan tersebut terus dipercepat melalui jalur udara dan laut, dengan total bantuan udara dari Lanud Halim Perdanakusuma ke berbagai pangkalan aju mencapai 271,39 ton, ditambah bantuan melalui airdrop 26,22 ton, serta bantuan lewat jalur laut sebanyak 968 ton, sehingga total bantuan logistik yang telah tiba di wilayah terdampak mencapai 1.265,61 ton.

 Di sektor pemulihan infrastruktur, Kapuspen TNI mengungkapkan bahwa TNI juga mempercepat pembangunan akses jalan yang terputus dengan membangun jembatan Bailey. Tercatat total 18 jembatan dalam berbagai tahapan pengerjaan, dengan rincian enam unit di Aceh yang sedang dibangun, dua di Kabupaten Bireuen, serta empat lainnya masih dalam proses pembangunan juga. Di Sumatera Barat terdapat delapan titik pembangunan jembatan, sementara di Sumatera Utara empat titik.

Selain itu, TNI mengoperasikan 21 dapur umum dan dapur lapangan yang tersebar di Provinsi terdampak tersebut untuk memastikan kebutuhan konsumsi harian para korban bencana tetap terpenuhi, serta mengerahkan sembilan unit mobil RO (Reverse Osmosis) guna menyuplai air bersih yang layak konsumsi, terutama di wilayah pengungsian dan daerah dengan keterbatasan sumber air.

Baca Lainnya