Cimahi - Kasus positif virus korona atau Covid-19 di Kota Cimahi menyisakan 11 orang atau 10 persen dari total kasus terkonfirmasi positif yang mencapai 110 orang. Sedangkan 95 atau 86,36 persen sudah dinyatakan sembuh dan 4 orang atau 3,64 meninggal dunia.
"Kita sementara ini masih 11 yang masih dalam proses positif aktif. Mudah-mudahan segera menyusul untuk segera sembuh," kata Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Lisyatini, saat ditemui Senin (20/7/2020).
Meski angka kesembuhan tergolong bagus, kata Chanifah, bukan berarti virus korona sudah bisa dikendalikan sepenuhnya. Pihaknya tetap akan melakukan pencegahan dan penanganan hingga virus tersebut segera berakhir di Kota Cimahi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melanjutkan target swab test terhadap 600 orang setiap pekannya.
"Ini harus kita lakukan karena dari pusat pun sudah ada arahan ke sana. Cimahi juga sekitar 600-an seminggu," ujar Rini, sapaan Chanifah.
Sasaran utamanya, terang Rini, masyarakat Kota Cimahi yang terindikasi memiliki gejala Covid-19 hingga yang mengeluhkan gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit dan Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test.
Sebetulnya penapisan masyarakat yang terkena ILI sudah dilakukan sejak lama namun hanya dipantau saja. Namun ke depan akan langsung dilakukan swab test untuk mencegah penularan Covid-19.
"Gejalanya itukan batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah nelan, sesak. Menyerupai tanda tanda Covid-19.
Kita akan melakukan penapisan di Puskemas dan rumah sakit adalah paisen ILI," jelas Rini.
Selanjutnya, Rini mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan. Seperti mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak hingga menghindari kerumunan.
"Protokol kesehatan itu mutlak harus tetap dilakukan karena ini belum sepenuhnya bisa dikendalikan," pungkasnya.