Kamis, 22 November 2018 18:22

Terulang, Aspal Jalan Mahar Martanegara Mengelupas!

Reporter : Fery Bangkit 
Aspal Ulang di Jalan Mahar Martanegara kembali mengelupas Kamis (22/11/2018).
Aspal Ulang di Jalan Mahar Martanegara kembali mengelupas Kamis (22/11/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - aspal ulang Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi yang dilaksanakan CV Tri Manunggal Karya pada Minggu (18/11/2018) tak bertahan lama.

Pasalnya, Kamis (22/11/2018), aspal kembali mengelupas. Lagi, penyebabnya akibat dihantam derasnya air hujan yang meluap dari aliran Sungai Ciputri kiriman dari wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : Dalam Hitungan Hari, Aspal di Jalan ini Sudah Rusak Dihantam Air

Kondisi diperparah dengan menyempitnya badan Sungai Ciputri yang mengarah ke Cibaligo. Sebelum pengelupasan sore ini, aspal itu juga sudah mengelupas pada Selasa (20/11/2018) sepanjang 3 meter. Dan sore ini, kerusakan bertambah mencapai 10 meter. 

"Iya ini baru dibenerin udah rusak. Setiap hujan memang air pasti ke jalan. Tadi tingginya satu lutut," kata Deden (43), salah seorang warga.

Baca Juga : Masalah 3P Sungai Ciputri, Penyebab Rusaknya Jalan Mahar Martanegara Cimahi

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, spesifikasi aspal senilai Rp 1,3 miliar yang digunakan sudah sesuai aturan.

Yakni aspal beton yang terdiri dari tiga macam lapisan, yaitu Laston Lapis Aus (Asphalt Concrete-Wearing Course atau AC-WC), Laston Lapis Permukaan Antara (Asphalt Concrete-Binder Course atau AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi (Asphalt Concrete-Base atau AC-Base).

Baca Juga : Jalan Mengelupas yang Diretweets Sutopo ini Kembali Mulus

"Pekerjaan menggunakan AC-WC laston lapis sesuai dengan spesifikasi umum 2010 Bina Marga dengan ketebalan 5cm. Secara keseluruhan semuanya sesuai aturan," jelas Wilman.

Dikatakannya, selama saluran sungai belum diperbaiki, maka Jalan Mahar Martanegara akan tetap menjadi lokasi favorit pelimpahan air dari Sungai Ciputri. Pihaknya berharap Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman segera memperbaiki saluran sungai itu.

Baca Lainnya