Senin, 19 Februari 2018 14:20

Teror Terhadap Pemuka Agama Terjadi di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Sepucuk pistol yang dibawa oleh pelaku teror terhadap ulama.
Sepucuk pistol yang dibawa oleh pelaku teror terhadap ulama. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- teror terhadap ulama terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Anwar di RT 06/15 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Peristiwa itu terjadi saat berlangsungnya acara Maulid Nabi Sabtu (17/2) malam. Kini, pelaku sudah diamankan pihak kepolisian. Namun, identitas pastinya belum diketahui. Pasalnya, pelaku tidak membawa identitas, seperti KTP.

Agus (60), saksi mata mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari warga sekitar, pelaku tersebut sempat menanyakan keberadaan kiyai, yang juga merupakan Pimpinan Ponpes Nurul Anwar, yakni Muhammad Nuryadi alias Buya Nur.

Sekitar pukul 21.00 WIB, atau saat acara Maulid Nabi dimulai, pelaku yang tiba-tiba datang dan duduk dibagian depan. Setelannya pun cukup rapi, layaknya seorang kiyai yang menghadiri undangan.

“Iya pas tau ada santri yang laporan, kami selaku pihak keamanan curiga. kami awasi orang tersebut sambil saya nanya. Dari mana? Kenapa pake logo TNI, terus ada logo kujang,” beber Agus saat ditemui di Ponpes Nurul Anwar, Senin (19/2/2018).

Setelah acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB, ia dan para jemaah lainnya menghampiri orang yang mencurigakan tersebut. Untuk menghindarkan dari emosi santri, kemudian pelaku dibawa ke tempat sepi.

Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhada tubuh pelaku, ditemukan sepucuk pistol, yang belum diketahui asli atau mainan. Kemudian ada pula radio.

“Takutnya (radio) bisa meledakan bom, saya amankan,” ucapnya.

Namun, menurut Agus, pistol tersebut semacam pistol mainan, namun seperti pistol rakitan. Pasalnya, setelah dicek, pistol tersebut sudah tidak berfungsi. Di dalamnya hanya terdapat isim berupa kain kapan dengan ukuran 30x3 centimeter.

Dalam kesempatan tersebut, Agus serta yang lainnya sempat melakukan introgasi terhadap pelaku. Namun, pelaku nampak lebih banyak melantur.

“Pas ditanya, kamu dari mana?, dia mengaku dari Banjaran. Dimana? Tegal Lega. Gak jelas, aneh, ngelantur. Tegal Lega kan di Bandung,” pungkasnya.

Pimpinan Ponpes Nurul Anwar, Muhammad Nuryadi atau Buya Nur mengaku, awalnya menyangka bahwa orang tersebut merupakan ustadz yang diundang menghadiri acara Maulid Nabi.

“Gak nyangka sama sekali, dia datang rapih, kaya ustadz. Duduk di depan. Tapi kok ada kejanggalan, kok ada ustadz pake anting. Kita awalnya khuznudon saja,” katanya.

Bahkan, beber Buya Nur, orang tersebut sempat mendekatinya. Namun, saat mendekat, ia sudah menaruh rasa curiga terhadap orang itu. Pasalnya, di dalam bagian tubuhnya, seperti ada benda mencurigakan.

Baca Lainnya