Kendaraan jenis Nissan Livina dengan nomor polisi B-1948-TIZ itu tersangkut pada pohon bambu dan pohon kawung, dalam kondisi rusak parah.
Kendaraan jenis Nissan Livina dengan nomor polisi B-1948-TIZ itu tersangkut pada pohon bambu dan pohon kawung, dalam kondisi rusak parah. [Foto Istimewa]
News

Ternyata Google Maps yang Bawa Wisatawan Asal Jakarta ke Tanjakan Maribaya Lembang Hingga Terjun ke Jurang

Bandung Barat - Minibus yang terjun ke dalam jurang
di tanjakan Maribaya, Jalan Cicalung, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata berawal dari petunjuk google maps

Awalnya, kendaraan jenis Nissan Livina dengan nomor polisi B-1948-TIZ yang berasal dari Jakarta itu datang dari objek wisata Orchid Forest Lembang dan hendak menuju destinasi wisata selanjutnya, yakni The Lodge Maribaya. 

Sebab tidak tahu jalan, kendaraan yang berisi satu keluarga itu mengandalkan google maps, yang mengarahkan mereka melewati Desa Wangunharja, hingga melewati tanjakan Maribaya.

"Saat di TKP dia tidak tahu medan dan terlalu fokus ke google maps akhirnya tidak bisa mengendalikan kendaraan sampai terperosok ke jurang," ungkap Kanit Lalu Lintas Polsek Lembang, AKP Asep saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Kendaraan berwarna abu metalik dengan nomor polisi B-1948-TIZ itu tersangkut pada pohon bambu di kedalaman sekitar 10 meter dengan kemiringan lebih dari 45 derajat dari jalan yang ada di atasnya. Kondisi mobil tersebut rusak parah.

"Untuk kondisi lima penumpang yang jadi korban kecelakaan selamat semuanya. Tadi sudah dicek juga oleh anggota, cuma memang masih syok," katanya. 

Menghindari kejadian serupa, pihaknya meminta agar wisatawan yang sedang berlibur ke Lembang tidak terlalu mengandalkan google maps mengingat banyak jalan yang rutenya tidak sesuai dengan google maps. 

"Jangan terlalu fokus ke google maps, karena terkadang rute yang diarahkan itu menyesatkan. Lebih baik lihat marka atau tanya ke warga maupun ke petugas yang ada di lokasi," bebernya. 

Proses evakuasi kendaraan pun akan dilaksanakan besok pagi. Mengingat kondisi TKP yang gelap dan licin sehingga membahayakan serta menyulitkan petugas. 

"Evakuasi akan dilakukan besok karena sekarang kondisinya gelap dan licin, masih hujan deras. Besok kendaraan akan diterjunkan ke bawah, karena kalau ditarik ke atas akan menyulitkan petugas," tandasnya.

Baca Lainnya