Para pedagang memilih untuk membongkar bangunan serta lapak mereka secara mandiri setelah mendapatkan instruksi penertiban dari pihak berwenang.
Para pedagang memilih untuk membongkar bangunan serta lapak mereka secara mandiri setelah mendapatkan instruksi penertiban dari pihak berwenang. [Tangkapan Layar Youtube]
News

Terima Instruksi Penertiban, PKL Baranang Siang Bongkar Lapak Secara Mandiri

Limawaktu.id, BANDUNG — Penertiban bangunan liar dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Baranang Siang, sekitar kawasan Jogja Sunda dan Kosambi, berlangsung aman dan kondusif . Para pedagang memilih untuk membongkar bangunan serta lapak mereka secara mandiri setelah mendapatkan instruksi penertiban dari pihak berwenang

Dalam pemantauan di lokasi, proses pembongkaran berjalan tanpa adanya tindakan pemaksaan . Di area penertiban juga tidak terlihat pengerahan alat berat (beko) maupun pengerahan personel Satpol PP, karena para pedagang secara kooperatif membereskan tempat usahanya masing-masing sesuai batas waktu yang ditentukan.

Dampak dari pembongkaran mandiri tersebut memperlihatkan puing-puing sisa bangunan liar yang sebelumnya menempati area pedestrian

“Para pedagang melakukan langkah pemunduran posisi berdagang agar tidak lagi memakan sempadan jalan maupun mengokupasi trotoar public,” terang Camat Sumur Bandung, Jaenudin, AP, di akun isntagram, Senin, 21 September 2026.

Adapun bagi pedagang yang memanfaatkan sarana roda atau gerobak bongkar-pasang, kegiatan jualan tetap dapat berjalan dengan ketentuan merapikan dan mengamankan kembali lapak mereka setelah jam operasional selesai

Pembongkaran mandiri ini terjadi karena terbangunnya kesamaan persepsi semua pihak terkait akan penitingnya penataan lingkungan yang lebih tertib, bersih, rapih dan nyaman, yang  menjadi salah satu kunci kelancaran pembongkaran bertahap bangunan kios/lapak pedagang diatas trotoar dan bahu Jalan Baranangsiang di Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung.

Selama dua hari, Sabtu dan Minggu 19 - 20 September 2026 pkl 14.00 WIB telah terbongkar 20 unit. Telah terbongkar sebelumnya 21 unit sehingga total sudah 41 unit (34,7 %) dari 118 unit yang harus dibongkar.

“Hatur nuhun pengertian dan kerjasama semua pihak sehingga pelaksanaan pembongkaran berjalan lancar dan tetap menjaga kondusivitas,” ujar Jaenudin.

Baca Lainnya