Senin, 1 April 2019 18:44

Terduga Teroris Ditangkap di Soreang, ini Pengakuan Pemilik Kontrakan

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Terduga teroris berinisial WP diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 sebuah kontrakan di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (28/3/2019) lalu.

Saat dikonfirmasi, pemilik kontrakan, Ikke Solihah (25) membenarkan kejadian adanya penangkapan itu. Ikke menuturkan, seseorang yang bernama Sahid datang ke kontrakan sekitar pukul 22.00 Wib menemui bapaknya yang tinggal dibelakang bangunan kontrakan. Saat itu, yang bersangkutan berniat mengontrak kamar.
 
"Awal datang tanggal 21, malam-malam ke Bapak mau ngontrak. Terus nyodorin (Fotocopy) KTP dan uang sebesar Rp 700.000 untuk sebulan. Bilangnya dari Bali mau cari tempat usaha di Cimahi tapi belum nemu. Kata bapak orangnya keliatan nyantri," beber saat ditemui di kontrakannya di Kampung Pulo, Senin (1/4/2019).

Baca Juga : EDAS: Teroris Manifestasi Radikalisme?

Saat itu, dirinya tidak tinggal di kampung tersebut namun di wilayah Geger Kalong, Kota Bandung. Dua hari kemudian, ia mengaku dihubungi oleh bu RT setempat menanyakan KTP milik pengontrak Sahid tersebut.

"Bu RT minta fotocopy KTP, katanya aparat kepolisian lagi nyari (orang itu). Terus dua hari kemudiannya lagi, bu RT nanya apa ada nama Wisnu ngontrak disini," ungkapnya.

Baca Juga : EDAS dukung Pengesahan Undang-undang Anti Terorisme dan Pelibatan TNI

Ikke mengaku saat RT menanyakan nama Wisnu, dirinya heran. Sebab tidak ada nama tersebut kecuali nama Sahid. Ia pun mengirimkan fotocopy KTP Sahid kepada RT dan menanyakan langsung apakah wajah yang didalam KTP adalah Wisnu. 

Pihak RT pun membenarkan. Dirinya kemudian mengetahui jika pada Kamis (28/3) sekitar pukul 15.00 WIB lalu RT setempat menghubunginya dan memberitahukan jika pengontrak di kamar no 6 ditangkap. 

Baca Juga : Meledakkan Diri, Isteri Terduga Teroris Sibolga Diduga Tewas 

"Katanya itu (terduga teroris) tapi dari RT bilang penangkapan narkoba," katanya.

Sekitar pukul 18.00 Wib di hari tersebut, saat mengecek kamar yang dihuni sudah dalam keadaan kosong. Dirinya mengetahui dari RT setempat jika seluruh barang-barang milik pengontrak dibawa oleh aparat kepolisian.

Ikke pun mengaku merasa kecolongan atas masalah tersebut. Sebab dirinya mengungkapkan tidak tahu apa-apa. Padahal, tiap ada yang hendak mengontrak dirinya selalu meminta KTP yang akan mengontrak. Ke depan dirinya pun akan lebih berhati-hati apabila ada yang hendak mengontrak.

"Yang mencurigakan, dia gak nawar (kontrakan) kalau yang lain bisa nawar. Kayanya perlu banget. Pernah lihat story WA dia lagi promosi pengobatan alternatif tapi ditutup wajahnya terus pakai peci," katanya.

Baca Lainnya