Sabtu, 5 Agustus 2023 15:00

Temui Anak Kelas 4 SD Penjual Sayuran, Uu Ruzhanul: Ajarkan Kita Kemandirian dan Kerja Keras

Reporter : Iman Nurdin
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menemui anak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), Albar, yang berjualan sayuran setelah sekolah, di Cilembang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/8/2023).
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menemui anak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), Albar, yang berjualan sayuran setelah sekolah, di Cilembang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/8/2023). [IST]

Limawaktu.id -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menemui anak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), Albar, yang berjualan sayuran setelah sekolah, di Cilembang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/8/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Pak Uu --sapaan Uu Ruzhanul-- berbincang bersama Albar dan keluarganya. Kisah Albar sendiri sedang ramai diperbincangkan karena dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Pak Uu menuturkan, kedatangannya ke rumah Albar sebagai bentuk simpati pemimpin daerah kepada warganya.

"Saya datang ke sini sebagai bentuk simpati, melihat anak-anak yang punya tanggung jawab begitu luar biasa. Dia punya adik banyak, mungkin pendapatan orang tuanya tidak bisa mencukupi. Tinggal juga di rumah kontrakan yang sempit, tapi mereka merasa betah dan nyaman," ucap Pak Uu.

Menurut Pak Uu, Albar saat ini berusia 11 tahun. Albar sudah berjualan sayuran setelah pulang sekolah selama empat tahun. Di akhir pekan, kata Pak Uu, Albar berjualan sejak pagi sekitar pukul 07:00.

"Albar berjualan sayuran di daerah Cilembang. Albar juga sudah berjualan sayur di Tasikmalaya selama hampir empat tahun," ucapnya.

Pak Uu mengatakan, Albar mengajarkan banyak orang tentang kemandirian, keuletan, kerja keras, dan tanggung jawab.

"Mandiri, tidak selalu jadi anak mamah, sedikit- sedikit mamah, dikit- dikit mamah minta uang, mamah minta uang. Ini Albar anak kelas 4 SD sudah berani mencari uang, dan tidak mengganggu aktivitas belajarnya," kata Pak Uu.

"Sekolah di kelas 4 SD berjualan pulang sekolah, pernah juga masuk pesantren, tapi karena satu dan lain hal putus, mudah- mudahan nanti lulus sekolah (SD) bisa kembali ke pesantren," imbuhnya.

Baca Lainnya