Foto istimewa
Foto istimewa [Fery Bangkit]
News

Target Besar Retribusi Terminal di Cimahi Terancam Meleset, ini Sebabnya!

Limawaktu.id - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal di Kota Cimahi tahun 2020 naik drastis dibandingkan target tahun sebelumnya. Kenaikan target itu dipicu karena adanya revisi Perdaturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Dalam revisi Perda yang tengah diproses itu, rencananya tarif retibusi terminal akan dinaikan. Hingga tahun ini, tarif retribusi terminal di Kota Cimahi masih dipungut Rp. 1.000/angkutan umum/ hari sebab Perda-nya belum tuntas dibahas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Yanuar Taufik mengatakan, tahun 2019 target dari retribusi terminal mencapai Rp. 150.022.000.000. Sedangkan tahun ini targetnya naik dua kali lipat hingga Rp. 350.000.000.

"Targetnya naik, sekarang masih proses perubahan Perda Retribusi Jasa Usaha dan Jasa Umum," kata Yanuar saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

PAD dari retribusi terminal yang ditargetkan tahun 2019 pun meleset, sebab realisasinya hanya Rp. 130.649.000.000 atau 87,10 persen dari target. Yanuar menjelaskan, tak tercapainya target tahun lalu itu dikarenakan Terminal Pasar Atas tidak berfungsi (tengah direvitalisasi).

"Jadi kita enggak tarik retribusinya, karena memang enggak dipakai tahun lalu," ujarnya.

Target besar hingga Rp. 350.000.000 tahun ini juga terancam meleset, sebab untuk sementara ini seluruh terminal tipe C yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Cimahi ditutup berkaitan dengan mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19).

Yanuar pun mengaku pesimis target itu bisa terealisasi. PAD dari retribusi terminal sendiri didapat dari Terminal Cimindi, Terminal Citeureup hingga Terminal Pasar Antri. "Sepertinya enggak akan tercapai, tapi kita tetap upayakan secara optimal. Terminal ditutup sampai kondisinya aman," tuturnya.

Yanuar menjelaskan, penutupan terminal itu dilakukan untuk menghindarkan kerumunan orang, yang dikhawatirkan adanya penularan Covid-19.

"Tapi yang piket di terminal tetap kita siagakan. Ini hanya meminimalisir kumpulan orang banyak," sebutnya. 

Baca Lainnya