Limawaktu.id - Para pengunjung yang ingin berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu harus merasakan kekecewaan. Sebab, wisata alam kawah itu kembali ditutup pasca erupsi semalam.
Salah satunya Vian Oktavian (27), wisatawan asal Tanjungkarang, Lampung. Ia dan keluarganya pasrah ketika menerima penjelasan petugas di pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu, Jumat (2/8/2019).
Salah satu yang membuat penasaran Vian adalah mengunjungi Masjid Jabal Nur yang terdapat di atas Gunung Tangkuban Parahu.
Seperti diketahui, masjid tersebut nyaris tak tersentuh abu vulkanik pascaerupsi, 26 Juli 2019 lalu. Ia penasaran untuk melihat kondisi masjid tersebut.
"Tadinya mau mengajak anak jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, untuk melihat kawah. Memang ada sedikit rasa penasaran juga melihat kondisi kawah setelah erupsi. Kecewa sih, tapi mau gimana lagi demi keselamatan" ujar Vian saat ditemui di pintu masuk TWA Tangkuban Perahu, Jumat (2/8/2019).
Ia mengetahui jika status Gunung Tangkuban Perahu masih labil dari berita. Kendati begitu, ia tetap nekat berangkat setelah menanyakan kondisi terkini kepada rekan-rekannya di Bandung.
"Sudah terlanjur, kemarin sempat transit dulu di rumah saudara di Jakarta, ya paling sekarang ke wilayah Cikole bawah, karena banyak wisata lainnya di Bandung ini," katanya.
Selain Vian, terlihat sejumlah kendaraan wisatawan keluar masuk ke area wisata yang terkenal dengan cerita rakyat, Sangkuriang dan Dayang Sumbi itu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Gunung Tangkuban Perahu menjadi level II (waspada) sejak Jumat (2/8/2019) sejak pukul 08.00 WIB.
Dalam keterangan pers yang diterima detikcom, PVMBG merekomendasikan agar warga tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif.