Senin, 4 Januari 2021 12:39

Takut Kehilangan Pelanggan Produksi Tahu di Sumedang Tetap Berjalan

Reporter : Bubun Munawar
seorang pegawai sedang memporoduksi tahu
seorang pegawai sedang memporoduksi tahu [humas]

Sumedang,- Harga kacang kedelai yang meroket tak membuat produksi tahu di Sumedang terhenti. Alasannya, menurut beberapa produsen, mereka bakal kehilangan pelanggan jika tidak produksi.

Salah seorang pemilik pabrik tahu di Lingkungan Andir Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Tata (63) mengatakan kenaikan harga kacang kedelai terjadi sejak 2 bulan lalu.

"Naiknya nggak sekaligus, sehari Rp 100 sampai Rp 200, cuma naiknya tiap hari. Kalau harga normal kedelai biasanya Rp 630 ribu per kwintal, sekarang harganya sudah Rp 930 ribu, naiknya hampir 50 persen," kata Tata, Senin  (4/1/2021).

Kata Tata, jika kondisinya normal, per hari para pegawainya mengolah 3 kwintal kacang kedelai per hari. Namun kini hanya 2 kwintal saja.
"2 kwintal juga terpaksa, karena saya takut kehilangan pelanggan," ujarnya.

Tata memperkirakan naiknya harga kacang kedelai masih akan terjadi, bahkan hingga Rp 100 ribu per kwintal.
"Susah mensiasatinya buat perusahaan, karena harga tahu kan tidak bisa naik, sedangkan harga kedelai mungkin akan terus naik, bahkan sampai Rp 10 ribu (per kilogram) lebih," ucapnya.

Baca Lainnya