Sabtu, 30 Juli 2022 20:02

Tahun Politik, Ormas Indonesia Bersatu Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

Penulis : Iman Nurdin
Ketua Umum Organisasi Kebangsaan Indonesia Bersatu, Royke Puri Wardaya
Ketua Umum Organisasi Kebangsaan Indonesia Bersatu, Royke Puri Wardaya [Istimewa]

Bandung,- (limawaktu.id), - Organisasi kebangsaan Indonesia Bersatu (IB) mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai persatuan dan kebangsaan. Hal itu seiring dengan dihadapkannya masyarakat pada momentum tahun politik di tahun depan.

Ketua Umun Organisasi Kebangsaan Indonesia Bersatu Royke Puri Wardaya mengatakan, pemilihan umum akan dilaksanakan di tahun 2024. Sehingga masyarakat akan menghadapi tahun politik ditahun depan khususnya di tahun 2023.

"Sebentar lagi tahun 2024, dimana pemilu akan dilaksanakan tahun itu. Masyarakat akan memilih capres dan cawapres. Termasuk para kepala daerah dan caleg. Tentunya itu akan menjadi tahun politik di tahun depan," jelas Royke.

Menurutnya, tahun politik perlu diwaspadai oleh masyarakat. Terlebih intensitas dan suhu politik saat itu akan sangat tinggi dan memanas. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan banyak isu isu yang mengarah pada konflik dan perpecahan bangsa.

"Tahun politik ini rawan terhadap perpecahan bangsa, makanya ini harus disikapi oleh kita semua, khususnya masyarakat yang harus siap menghadapi moment tersebut," jelasnya.

Oleh karena itulah pihaknya menghimbau dan mengajak masyarakat untui bisa bersikap bijak dalam menghadapi isu isu yang ada dalam tahun politik. Sehingga masyarakat tidak terjebak didalam isu yang berkembang.

"Masyarakat harus bijak, jangan terpancing oleh isu isu negatif yang mengarah pada konflik dan perpecahan. Tapi jaga nilai-nilai dan persatuan dan kesatuan. Itu kuncinya," jelas Royke.

Hal senada pun diungkapkan Ketua Organisasi Kebangsaan Indonesia Bersatu DPD Jawa Barat, Micky Fachrul Bharwani. Menurutnya masyarakat harus bijak dalam menanggapi isu isu yang berkembang di tahun politik. Terlebih isu isu negatif banyak berkembang pada moment moment tersebut.

"Intinya masyarakat harus bijak dalam menanggapi setiap isu yang berkembang. Khususnya isu isu yang bermuatan negatif," jelasnya.

Dikatakannya, filter dasar untuk mengatasi hal tersebut ada di hati masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menjaga keutuhan bangsa ini dengan mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.

"Kita semua harus menjaga nilai nilai persatuan dan kesatuan. Salag satunya dengan silaturahmi dan mengembangkan nilai nilai persaudaraan," jelasnya.

Meski suhu di tahun politik memanas, lanjut Micky, namun peran serta masyarakat dalam berpolitik haruslah dikembangkan.

"Jangan alergi dengan politik, karena politik itu merupakan bagian perjalanan kehidupan kita menuju arah perubahan yang lebih baik. Politik itu ada dalam keluarga kita, ada dalam lingkungan kita dan ada dalam pemerintahan. Jadi jangan alergi dengan politik," katanya.

Justru sebaliknya, lanjut figur yang akrab dipanggil kang Micky ini, momentum tahun politik haruslah dijadikan sebagai moment untuk meningkatkan partisipasi politik. Dimana kita perlu menyalurkan hak suara kita sesuai dengan harapan dan gelora hati sanubari.

"Partisipasi politik harus digelorakan, dimana kita harus menyalurkan hak suara kita dengan memilih para pemimpin terbaik bangsa ini. Sehingga bangsa ini pun menjagi bangsa yang kuat, bangsa yang maju dan bangsa yang disegani negara lain," jelasnya.

Baca Lainnya