Manajer Junior Humas Dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati Tengah Meninjau Produksi Air Di PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi.
Manajer Junior Humas Dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati Tengah Meninjau Produksi Air Di PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi. [ferybangkit]
News

Sungai Cijanggel Menyusut, Pasokan Air ke Cimahi-KBB

Limawaktu.id - Menurunnya debit air Sungai Cijanggel di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat berdampak terhadap produksi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi.

Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Sri Hartati mengatakan, kapasitas produksi air bersih dari sumber air Cijanggel sebetulnya mencapai 166 liter per detik. Namun musim kemarau ini turun hingga 80 liter per detik.

"Kalau perkiraan kami hujan itu awal Agustus seperti tahun lalu. Tapi tahun ini ternyata sudah kemarau dari Juni, sudah turun sampai 80 liter per detik," kata Sri saat ditemui, Jumat (5/7/2019).

PDAM Tirta Raharja mencakup tiga pelayanan, yakni pelayanan wilayah utara yang meliputi Kota Cimahi, Cisarua, Lembang, Cikalongwetan, Batujajar, Cililin dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat). Jumlah Sambungan Rumah (SR)-nya mencapai 27.172 rumah.

Kemudian, wilayah pelayanan selatan yang meliputi daerah di Kabupaten Bandung seperti Soreang, Ciwideuy, Banjaran, Pangalengan dan Kutawaringin. Total ada 31.526 SR.

Serta wilayah pelayanan timur yang meliputi Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Rancaekek, Majalaya dan Cicalengka. Jumla SR-nya mencapai 40.307 SR.

Menyusutnya produksi air yang bersumber dari Sungai Cijanggel itu berdampak terhadap distribusi air di pelayanan wilayah utara. "Wilayah yang terdamlaknya cukup lumayan, khususnya Cimahi dan KBB," tandas Sri.

Baca Lainnya