Sabtu, 2 Februari 2019 12:56

Stop!Cukup 219 Saja yang Terkena DBD di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga.
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sepanjang Januari 2019, jumlah kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Cimahi mencapai 219 kasus, satu jiwa di antaranya meninggal dunia.

Jumlah itu terbilang fantastis dibandingkan dengan bulan yang sama, yakni Januari 2018 yang hanya 24 kasus. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga : Selalu Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspadai DBD

"Jumlahnya lumayan banyak untuk bulan ini. Ada 219 kasus, 1 (satu) anak meninggal dunia," terang Kepala Dinkes Kota Cimahi, Pratiwi saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (2/2/2019).

Dikatakannya, untuk mencegah agar DBD tidak semakin menyebarluas, pihaknya meminta masyarakat untuk membudayakan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing dan lingkungannya.

Baca Juga : Jelang Tutup Bulan, Kasus DBD di Cimahi Semakin Meluas, ini Jumlah Terbarunya

Selain itu, Pratiwi juga meminta masyarakat untuk tak mengandalkan fogging atau pengasapan. Sebab, fogging kurang efektif untuk mencegah penyebaran DBD.

Pasalnya, kata dia, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Padahal, yang paling berbahaya adalah perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti-nya.

Baca Juga : Jangan Asal Fogging, Bahayanya Mengerikan!

"Warga jangan dikit-dikit minta fogging, Fogging tidak efisien, hanya membunuh nyamuk dewasa aja," jelas Pratiwi.

Selain itu, kata dia, ikan cupang juga bisa dijadikan opsi untuk membunuh jentik nyamuk. Sebab, satu ikan cupang bisa membunuh 10 hingga 80 jentik nyamuk dalam sekali makan.

Baca Lainnya