Selasa, 30 Januari 2024 11:52

Sri Mulyani : Inflasi Indonesia 2023 Terjaga di Level 2,61 Persen

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Tim Pengendali Inflasi Pusat  Menko Perekonomian Aairlangga Hartarto,  melaksanakan high level meeting bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Mendagri Tito Karnaivan, dan Plt. Kepala BPS, bu Amalia Adininggar Widyasanti.
Tim Pengendali Inflasi Pusat Menko Perekonomian Aairlangga Hartarto, melaksanakan high level meeting bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Mendagri Tito Karnaivan, dan Plt. Kepala BPS, bu Amalia Adininggar Widyasanti. [Instagram@smindrawati]

Limawaktu.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, Inflasi Indonesia tahun 2023 terjaga di level 2,61%. Dibandingkan negara lain, kita menjadi salah satu negara dengan inflasi terendah bahkan dibandingkan negara G20 lain seperti Argentina, Turki, Rusia, India, dan Amerika Serikat.

“Capaian ini tentu merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di berbagai wilayah Indonesia,” sebut Sri Mulyani, Selasa (30/1/2024).

Dia menjelaskan, Kemarin, Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dipimpin pak Menko Perekonomian Aairlangga Hartarto,  melaksanakan high level meeting bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Mendagri Tito Karnaivan, dan Plt. Kepala BPS, bu Amalia Adininggar Widyasanti.

“Dalam pertemuan tersebut, Kami membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga inflasi,” jelasnya.

Dikatakannya, Tahun ini, inflasi akan ditarget di angka 2,5% plus minus 1% dengan berbagai kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten mendukung pengendalian inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga berupaya mengendalikan inflasi volatile food di bawah 5% dengan menjaga produktivitas dan ketersediaan pasokan melalui distribusi pangan.

Baca Lainnya