Kamis, 12 Desember 2019 15:08

SPPBE Bakal Terdampak Proyek Kereta Cepat, Bagaimana Pasokan Gas LPG di KBB?

Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE)
Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) bakal memindahkan gudang pembuatan dari Kampung Asrama, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang ke kawasan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Alasan pemindahan itu dikarenakan kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana melalui anak perusahaannya PT Jabar Energi itu bakal tergusur oleh proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).


Direktur PT Jasa Sarana, Dyah SH Wahjusari mengatakan, adanya proses perpindahan gudang tidak akan menggangu pasokan LPG 3 Kg di wilayah KBB. Pemindahan SPPBE di  Desa Campakamekar dilakukan saat SPPBE di Cipatat betul-betul telah dibangun dan siap operasi.

"Kita sudah menerima izin dari Pertamina untuk pindah ke Cipatat. Tapi SPPBE yang lama akan berhenti operasi, setelah yang baru benar-benar bisa operasi," ungkap Dyah, Kamis (12/12/2019).

Menurut Dyah, dengan adanya kesepakatan antara PT Jasa Jasa Sarana dengan PT KCIC, operasional SPPBE yang menghasilkan 30 ton per hari itu tidak akan berhenti. Sehingga, pasokan LPG 3 Kg untuk wilayah Bandung Barat tetap aman. "Dengan pola seperti ini, saya jamin tidak akan ada kelangkaan LPG," ucapnya.

Selain menjamin kelancaran distribusi LPG, PT Jasa Sarana juga akan memastikan bahwa proses relokasi SPPBE di Desa Campakamekar benar-benar aman dengan cara menggandeng tim monitoring Pertamina.

"Sebelum dieksekusi, tim monitoring Pertamina bakal mengecek dan memastikan bahwa gas betul-betul kosong dan aman dilakukan pembongkaran," tandasnya.

Baca Lainnya