Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Wali Kota Cimahi Ngatiyana [Humas Kota Cimahi]
News

SPMB Dimulai, Ngatiyana Minta Tutup Celah Kecurangan

Limawaktu.id, CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi resmi menggeber pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan nada tegas. Tak boleh ada celah kecurangan. Kick off yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen bersama lintas unsur Forkopimda untuk membongkar praktik lama yang kerap membayangi penerimaan siswa baru.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara gamblang mengingatkan seluruh pihak agar tidak bermain-main dalam proses seleksi. Ia menekankan, sistem tahun ini dirancang lebih ketat dengan empat jalur resmi—domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi yang diklaim mampu menutup ruang “jalur belakang”.

“Jangan ada yang coba-coba titip-menitip. SPMB ini untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang,” tegas Ngatiyana, Rabu, 6 Mei 2026.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Setiap tahun, isu “kursi titipan” dan manipulasi data kerap menjadi keluhan masyarakat. Dengan kepadatan penduduk Cimahi yang tinggi, tekanan terhadap daya tampung sekolah pun makin terasa.

Data Pemkot menunjukkan, daya tampung jenjang SD mencapai 9.742 siswa—nyaris identik dengan estimasi jumlah pendaftar yang mencapai 9.740 siswa. Artinya, ruang selisih hampir tak ada. Kondisi ini membuka potensi gesekan jika sistem tidak dijalankan secara disiplin.

Situasi serupa juga terjadi di tingkat SMP. Daya tampung 11.284 kursi akan dihadapkan pada sekitar 10.523 calon siswa. Meski secara angka terlihat mencukupi, distribusi dan preferensi sekolah favorit tetap menjadi titik rawan.

Ngatiyana menegaskan, prinsip objektif, transparan, dan akuntabel bukan sekadar jargon tahunan. Ia meminta seluruh jajaran, termasuk sekolah dan panitia teknis, menjaga integritas proses.

“Kalau masih ada celah permainan, berarti kita gagal. Ini soal masa depan anak-anak,” ujarnya.

Penandatanganan komitmen bersama Forkopimda diharapkan menjadi pagar awal untuk memastikan SPMB berjalan bersih. Namun, publik tentu akan menunggu pembuktian di lapangan  apakah tahun ini benar-benar bebas dari praktik “orang dalam”, atau sekadar pengulangan janji yang sama.

Baca Lainnya