Limawaktu.id, Bandung Barat - Pembongkaran bangunan rumah atau tempat usaha di kawasan Situ Ciburuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat yang akan dilakukan Revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menuai tuntutan warga yang sudah mendiami bangunan sejak puluhan tahun lalu. Merka meminta Pemprov Jabar memberikan bantuan biaya pindag.
"Ini akan dikembalikan ke fungsi awalnya. Untuk itu kami berterima kasih bagi warga yang rela dan bersedia bangunannya dibongkar," ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, usai berdialog dengan warga Ciburuy.
Warga yang terdampak atas normalisasi Situ Ciburuy berada di 10 RW dan rata-rata mereka menerima kebijakan tersebut. Namun mereka meminta ada kebijaksanaan dari pemerintah, baik bupati maupun gubernur terkait biaya pindah.
"Mereka intinya sudah menerima kebijakan tersebut, namun mereka mohon pengertian dari pemerintah untuk biaya kepindahan," terang Kepala Desa Ciburuy Firmansyah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Jabar Dikky Ahmad Sidik mengatakan, Situ Ciburuy akan dinormalisasi sebagai tempat wisata dan penampungan air. Seharusnya, daya tampung Situ Ciburuy seluas 25 hektare, tetapi kondisi saat ini baru terpakai 15 hektare.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menyewakan rumah sementara selama setahun untuk warga yang rumah atau tempat usahanya dibongkar di kawasan Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat. Upaya ini sebagai revitalisasi untuk mengembalikan fungsi ekologis dan daya tampung air situ.
Menurutnya, sewa rumah selama setahun itu sifatnya sementara sambil menunggu solusi Pemda Provinsi Jabar menyediakan tempat permanen untuk warga yang dibongkar.
"Beri saya waktu untuk mencari solusi, sambil warga kami beri kontrakan rumah selama setahun," kata KDM.
Solusi yang dimaksud adalah mencari lahan baru yang permanen untuk warga. Berdasarkan dialog dengan RT setempat, ada sekitar 12 keluarga yang tempatnya dibongkar.
"Ya sudah, kami akan memberi dana untuk mengontrak rumah sementara selama setahun sambil mencari solusi yang permanen," tegasnya.