Petugas Pengerjaan Proyek KCJB Tengah Mengukur Tanah di Kota Cimahi
Petugas Pengerjaan Proyek KCJB Tengah Mengukur Tanah di Kota Cimahi [Foto Istimewa]
News

Siap-siap, Pelaku UMKM Lokal KBB Bakal Diakomodir PT KCIC

Bandung Barat - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bakal mengakomodir pelaku usaha lokal asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk ditempatkan di kawasan Walini Raya, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB.

Seperti diketahui, di kawasan Walini Raya akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) atau stasion pada trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kawasan Walini Raya terletak di kilometer 197, dari total panjang trase yang mencapai 152 kilometer.

"Ruang komersial yang ada di TOD bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk memajang atau menjual produknya. Kita pasti akan mengakomodir produk lokal," kata Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya di Padalarang, Sabtu (31/10/2020).

Dia menyebutkan, menjadi komitmen dari KCJB bahwa di sepanjang trase kereta cepat, ekonomi masyarakat setempat harus tumbuh berkembang. Pasalnya di setiap TOD KCJB akan disediakan tempat bagi produk lokal baik berupa kuliner ataupun kerajinan.

Masyarakat bisa mengemasnya dengan semenarik mungkin sehingga bisa menjadi souvenir bagi penumpang. Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan produk khas dari setiap daerah yang terkena trase. Sehingga nantinya produk masyarakat bisa dijual di stasiun.

"Jangan bayangkan sasiun KCJB seperti stasiun saat ini, karena konsepnya menyerupai bandara," tuturnya.

Dengan mengakomidir para pelaku usaha lokal, Mirza meyakini perekonomian di KBB yang dilalui trase KCJB akan meningkat.

"Kehadiran Kereta Cepat Jakarta Bandung akan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Salah satunya keberadaan TOD yang bisa memicu tumbuhnya peluang usaha," terangnya.

Menurutnya dengan waktu tempuh Jakarta-Bandung sekitar 36 menit membuat mobilisasi orang akan lebih cepat. Sehingga memberikan kemudahan bagi warga Jakarta yang hendak berwisata ke Bandung seperti saat weekend atau libur panjang hari-hari besar.

"Kondisi ini bisa memicu perkembangan pariwisata di daerah. Makanya dari sekarang kami selalu sosialisasi dan menggelar kegiatan yang melibatkan generasi muda dan program CSR ke masyarakat atau wilayah terdampak trase," sebut Mirza, yang menambahkan bahwa progres pembangunan KCJB hingga saat ini sudah mencapai 60,1 persen. 

 

Baca Lainnya