Rabu, 19 Januari 2022 22:20

Sia-sia Kampanye Keragaman Jika Wakil Rakyat Permasalahkan Suku

Reporter : Iman Nurdin
Sia-sia Kampanye Keragaman Jika Wakil Rakyat Permasalahkan Suku
Sia-sia Kampanye Keragaman Jika Wakil Rakyat Permasalahkan Suku [Istimewa]

Bandung (limawaktuid.),- Ketua DPW Partai Gelora Indonesia, Haris Yuliana menyesalkan apa yang disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan mengenai minta dipecatnya Kejati Jabar gegara berbicara bahasa Sunda dalam sebuah rapat.

Menurut Haris, pernyataan Arteria Dahlan bukan hanya sekedar menyinggung suku Sunda. Namun lanjut Haris, kampanye tentang toleransi ini menjadi sia-sia jika seorang wakil rakyat terus-terusan mempermasalahkan perbedaan, baik itu agama, bahasa dan suku bangsa.

"Ini bukan hanya masalah ketersinggungan tentang orang Sunda, namun jauh dari itu pernyataan Arteria ini bisa memicu isu disintegrasi bangsa," katanya kepada wartawan saat ditemui di Bandung, Rabu (19/1/2022).

Seharusnya, Haris menjelaskan Arteria Dahlan ini berbangga karena para pejabat di Indonesia masih menggunakan bahasa kedaerahan meski dalam forum resmi.

"Kita ini dibesarkan atas keragaman, kita akan menjadi bangsa besar dan berwibawa di dunia global dengan modal keragaman ini," katanya.

Menurut Haris, di tengah gempuran globalisasi, justru bahasa daerah jangan pernah dilupakan, sudah semestinya selalu dikampanyekan baik itu diacara resmi atau pun tidak.

"Perbedaan bangsa kita dengan daerah lain adalah bangsa kita punya keunikan, meski banyak perbedaan dari segi budaya ban bahasa, namun tetap satu tujuan. Dan yang paling penting menghargai satu sama lain," jelasnya.

Demi kepentingan apapun, lanjut Haris jangan ada lagi yang mengobok-obok keberagaman bangsa Indonesia. "Siapa pun tidak boleh mengganggu keutuhan bangsa ini dengan isu ego sektoral yg hanya mementingkan kepentingan politik satu pihak saja," katanya.

"Jangan karena saat ini sedang berkuasa lalu seenaknya memberikan pernyataan tanpa memikirkan akibat dari pernyataan tersebut," pungkasnya.

Baca Lainnya