Swab Test.
Swab Test. [Foto Istimewa]
News

Serapan Anggaran Covid-19 Baru 35%, Sisanya Untuk Apa?

Cimahi - Serapan anggaran stimulus penanganan virus korona atau Covid-19 di Kota Cimahi baru mencapai 35 persen atau sekitar Rp 68 miliar.

"Hingga saat ini realisasi sekitar 35 persen atau sekitar Rp 68 miliar," terang Kepala badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Achmad Nuryana, Kamis (30/7/2020).

Ia mengungkapkan, hasil refocusing dan realokasi anggaran tahun ini yang masuk dalam Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan virus korona di Kota Cimahi mencapai sekitar Rp 195 miliar.

Refocusing dan realokasi anggaran mendapat arahan langsung dari pemerintah pusat. Anggaran tersebut dipangkas dari program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Cimahi.

"Jadi yang refocusing dari SKPD, seperti dari belanja modal, belanja barang dan jasa difokuskan ke BTT," jelas Achmad.
Ia mengatakan, anggaran BTT yang sudah terserap digunakan untuk berbagai penanganan Covid-19. Seperti belanja Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau bantuan untuk masyarakat terdampak dan pengadaan di bidang kesehatan."Misal, pengadaan alat rapid test, APD," ucapnya.

Untuk anggaran BTT tersisa yakni sekitar Rp 127 miliar, beber Achmad, akan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat berdasarkan perkembangan kasus virus korona. Namun jika terserap tahun ini, maka akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

"Tergantung keputusan pusat saja dan lihat perkembangan. Mudah-mudahan kasusnya menurun, status daruratnya dicabut," ujarnya.

Perihal untuk pemulihan ekonomi, lanjut Achmad, masih dilakukan pembahasan bersama SKPD terkait untuk mencari formulasi penanganannya. "Kita lihat formulasinya seperti apa, harus disepakati," tandasnya.

Baca Lainnya