Limawaktu.id, Bandung Barat – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Idad Saadudin mengungkapkan, keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 11 Bandung Barat merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan sosial melalui jalur pendidikan
“Dengan adanya Sekolah Rakyat akan memutus mata rantai kemiskinan, karena pendidikan mmenjadi kunci untuk membuka peluang kehidupan yang lebih baik,” ungkap Idad, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Hal itu disampaikan Idad saat mendampingi kunjungan kerja jajaran Komisi IV DPRD KBB ke SRMP 11 Bandung Barat, di Kecamatan Cisarua.
Menurut Idad, keberadaan SRMP tidak hanya sebatas fasilitas pendidikan formal, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan kemandirian bagi para peserta didik. Program ini mampu menjadi jembatan agar anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi terjebak dalam lingkaran kemiskinan.
“Melalui pendidikan yang tepat, para siswa bisa membuktikan bahwa cita-cita mereka bukanlah mimpi, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan dengan kerja keras dan dukungan bersama,” katanya.
Program pendidikan sosial ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberi kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan belajar di SRMP 11 Bandung Barat resmi dimulai pada bulan Oktober, setelah sebelumnya para siswa menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebanyak 100 siswa telah aktif mengikuti pembelajaran, dengan semangat tinggi untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
Dia melanjutkan, untuk mendukung kesinambungan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diharapkan dapat menyediakan lahan seluas minimal lima hektare. Lahan itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tambahan yang akan dibiayai oleh pemerintah pusat pada tahun ajaran 2026.
“Kami berharap ada dukungan konkret dari yang berwenang dalam penyediaan lahan. Pemerintah pusat sudah siap membantu pembangunan fisiknya, namun tanggung jawab kita di daerah adalah memastikan ketersediaan lahan agar program ini bisa terus berlanjut,” kata Idad.
Dia juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk menjaga keberlanjutan program ini. Menurutnya, keberhasilan SRMP akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sosial di Bandung Barat menjadi sebuah gerakan bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“SRMP ini adalah pondasi masa depan. Ketika anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak, maka di situlah masa depan Bandung Barat yang lebih sejahtera mulai dibangun,” pungkasnya.