Limawaktu.id – Dinas Perhubungan Kota Cimahi menyebutkan, volume kendaraan yang melintas di Kota Cimahi mengalami penurunan hingga 50 persen pasca adanya kebijakan meliburkan sekolah selama dua pekan.
Kebijakan meliburkan sekolah itu tertuang dalam surat edaran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, sebagai langkah untuk mengantisipasi Corona Virus Disease (Covid-19).
"Iya menurun sekitar 40-50 persen, jadi sekarang lebih lancar. "Biasanya kan yang antar jemput pakai kendaraan, berdampak terhadap kemacetan. Belum lagi yang pakai angkot," terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Jumat (20/3/2020).
Meskipun terjadi penurunan jumlah kendaraan, namun pihaknya tetap memberlakukan rekayasa sistem satu arah yang dimulai dari Simpang Jati, kemudian mengarah ke Jalan Daeng Ardiwinata, mengarah ke Jalan Haji Nur, Jalan Pesantren dan masuk kembali ke Jalan Jati Serut. Rekayasa jalan satu arah ini berlaku dari Senin sampai Jumat pada pukul 06.00-08.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB.
"Kalau rekayasa sistem satu arah di Cihanjuang masih berlaku, untuk antisipasi kemacetan di wilayah tersebut," kata Endang.
Selain volume kendaraan yang menurun, wabah covid-19 juga berdampak pada kendaraan yang parkir. "Yang parkir juga sama menurun, karena orang-orang kan banyak yang memilih tinggal di rumah untuk menghindari virus corona," terang Endang
Tahun ini, Dinas Perhubungan Kota Cimahi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir Rp 1,2 milyar, meningkat sekitar 70 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun 2019, pendapatan dari sektor parkir mencapai Rp 715.000.000 atau 102 persen dari target Rp 699.000.000. Naiknya target PAD parkir ini karena tahun ada tarif parkir mengalami kenaikan," ungkap Endang.
Meskipun jumlah kendaraan yang parkir selama mewabahnya covid-19 ini menurun, pihaknya tetap optimis target PAD dari perparkiran tahun ini bisa terealisasi.
"Mudah-mudahan bisa kekejar. Coronanya segera berlalu. Jadi bisa normal lagi," harapnya.