Sabtu, 27 Januari 2024 10:35

Sekjen Kemendagri Tekankan Efisiensi Sejak Perencanaan

Penulis : Bubun Munawar
Sekjen Kementerian Dalam Negeri  Suhajar Diantoro memberikan penghargaan kepada Aparatur Biro Perencanaan Kemendagri, di Sari Ater Hotel dan Resort, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024).
Sekjen Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro memberikan penghargaan kepada Aparatur Biro Perencanaan Kemendagri, di Sari Ater Hotel dan Resort, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024). [Puspen Kemendagri]

Limawaktu.id, Subang - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menekankan pentingnya mengedepankan prinsip efisiensi sejak proses Perencanaan program dan kegiatan. Hal ini disampaikannya pada acara Pembinaan Kepegawaian dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Biro Perencanaan Kemendagri Tahun 2024.

"Saya ingin menyampaikan bahwa dalam menyusun anggaran banyak dasar berpikir yang harus dipakai, satu di antaranya adalah Anda harus memuliakan efisiensi," kata Suhajar di Sari Ater Hotel dan Resort, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024).

Menurutnya, proses perencanaan setiap program harus mengutamakan skala prioritas dan superprioritas. Di situlah letak peran penting Biro Perencanaan, yaitu untuk menghadapi berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan anggaran.

"Karena itulah Biro Perencanaan ini dilahirkan, bahwa departemen perencanaan itu dibentuk karena menghadapi persoalan di mana jumlah uang yang terbatas dihadapkan dengan keinginan yang tidak terhingga," ujar Suhajar.

Agar setiap program kegiatan di Kemendagri dapat berjalan dengan baik, dia mendorong setiap komponen untuk menyusun anggaran secara matang. Harapannya, dengan jumlah anggaran yang terbatas dapat dihasilkan program dan kegiatan yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi organisasi.

"Jadi, kalau anggaran kita itu Rp3 triliun, kebutuhan Kemendagri itu Rp7 triliun tidak cukup, dulu Kemendagri pernah mencapai anggarannya Rp7 triliun. Artinya jika kita menggambarkan 10 tahun yang lalu kita perlu Rp7 triliun untuk menggerakkan organisasi Kemendagri ini, ternyata dengan Rp3 triliun tergerak juga," jelasnya.

Suhajar menambahkan, konsep perencanaan yang matang akan membawa dampak yang positif bagi kemajuan sebuah negara. Untuk itu, dia berharap ke depan perencanaan harus lebih efektif, sehingga mampu meningkatkan kualitas kinerja organisasi menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam jiwa perencana harus ada kemauan untuk memuliakan efisiensi. Hanya negara-negara yang mampu memuliakan efisiensi akan memenangkan persaingan, hanya daerah yang mampu memuliakan efisiensi akan memenangkan persaingan," pungkasnya.

 

Baca Lainnya