Selasa, 24 Oktober 2023 11:16

Sekjen Kemendagri Ingatkan Pengadaan Barang dan Jasa Rawan Disalahgunakan

Reporter : Bubun Munawar
Sekjen Kemendagri jadi pembicara pada acara Peningkatan Kapasitas  Pengelolaan Barang dan Jasa Pemerintah Lingkup Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2023 di Hotel Golden Boutique Jakarta, Senin (23/10/2023)
Sekjen Kemendagri jadi pembicara pada acara Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Barang dan Jasa Pemerintah Lingkup Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2023 di Hotel Golden Boutique Jakarta, Senin (23/10/2023) [Puspen Kemendagri]

Limawaktu.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro meminta Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) untuk selalu menjaga integritas serta kehatiaan-hatiannya saat bekerja. Pasalnya, Pengadaan Barang dan Jasa terus mengalami dinamika, dan dalam berpemerintahan ini menjadi bagian yang cukup rawan disalahgunakan.

“Di sini saya minta integritas dari kawan-kawan, makanya kalau tidak sanggup mundur. Tujuan pokja itu saling bekerja sama, saling mengoreksi, tidak bisa bekerja sendiri, ini kerjaannya hati-hati,” katanya dalam keterangan tertulisnya terkait  acara Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Pengelolaan Barang dan Jasa Pemerintah Lingkup Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2023 di Hotel Golden Boutique Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Selain itu, Suhajar meminta para pegawai yang bertugas di bagian pengadaan barang dan jasa untuk bebas dari kepentingan. Dirinya mengkhawatirkan tidak semua pegawai mampu membebaskan dirinya dari kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, sehingga proses pengadaan barang dan jasa berjalan tidak adil. Hal ini menurutnya bukan hal yang baru dan pemerintah terus berupaya untuk menertibkan.

“Orang-orang yang ingin mendapatkan kegiatan dengan cara-cara yang menguntungkan sepihak itu dengan caranya dengan merayu Anda-Anda ini, maka nanti ada yang membocorkan data, mengabarkan spek (spesifikasi) tertentu. Bahkan bisa saja penanggung jawab yang mengatur untuk mengumumkan spesifikasi tertentu bisa saja menjadi tidak netral,” ungkapnya.

Suhajar mengatakan, peningkatan kapasitas pengelolaan barang dan jasa pemerintah ini penting bagi UKPBJ maupun komponen-komponen yang menjadi anggota kelompok kerja (pokja). Dirinya mengingatkan para pegawai agar tidak terlena dalam menghadapi berbagai godaan atau iming-iming dalam proses pengadaan barang dan jasa. Bersikap jujur dan sesuai dengan aturan (on track) menjadi kunci yang semestinya dipegang.

“Ilmu tertinggi dari hal ini adalah integritas, ilmu teknisnya Anda pelajari saja, Anda bisa open book, ini boleh ini tidak boleh. Artinya semakin hebat pun Anda, tapi kalau kamu tidak berintegritas kamu tidak boleh bekerja di sini dan mundurlah, carilah pekerjaan yang lebih cocok, karena ini godaan berat,” tegasnya.

Adapun tujuan akhir yang diharapkan dalam acara ini, ungkap Suhajar, yakni menghentikan perilaku korupsi, memperbaiki kualitas pelayanan publik, mengembangkan perekonomian lokal, dan meningkatkan persaingan usaha yang sehat berkeadilan

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer