Limawaktu.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menyebutkan, 27 orang yang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yang terpapar virus tersebut.
Sebagai pencegahan, maka puluhan orang itu harus dikarantina di kediamannya masing-masing selama 14 hari. Dua orang di antaranya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam gerbong ODP sudah melewati masa karantina dan dinyatakan sehat.
"Habis melakukan perjalanan dari luar negeri. Dari 27 orang itu saat ini yang sudah selesai pemantauan dan dinyatakan sehat itu 2 orang, lainnya masih dalam proses," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (10/3/2020).
Sebetulnya, ungkap Rini, sapaan Chanifah, awalnya 27 orang itu dalam kondisi sehat. Namun karena baru pulang dari negara terdampak virus corona, maka sesuai protap maka harus dilakukan pemantauan selama dua pekan.
"Protap kami, pemantauan terus- menerus itu wajib kita lakukan selama 14 hari dan dia dikarantina dalam tanda petik tidak keluar rumah," tegas Rini.
Dikatakannya, selama masa pemantauan tersebut, yang bersangkutan harus memberikan laporan kondisi suhu tubuhnya kepada petugas Puskesmas melalu pesan singkat WhatsApp setiap hari.
"Mereka akan melaporkan suhu tubuhnya selama 14 hari naik apa enggak, jadi kita ada pemantauan masing-masing orang itu, ada setiap hari," sebutnya.
Rini melanjutkan, jika selama 14 hari kondisi puluhan ODP itu dinyatakan sehat dan tidak ada gejala virus corona, seperti batuk, pilek, demam 38 derajat celcius, sakit tenggorokan hingga sulit bernafas, maka status pemantauannya akan dicabut.
"Kalo memang enggak ada apa-apa dia sudah dinytatakan sehat, boleh berbaur dengan yang lainnya," ucap Rini.
Namun jika kondisinya ditemukan gejala virus corona, maka yang bersangkutan naik statusnya menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun, belum tentu suspect virus corona sebab harus dilakukan serangkaian pemeriksaan.
"Jadi di Cimahi belum ada yang suspect, hanya pemantauan saja," tandasnya.