Selasa, 2 April 2024 18:32

Satgas Lantanal IV Batam Gagalkan Penyelundupan Tenaga Migran

Penulis : Saiful Huda Ems (SHE)
Delapan calon PMI ilegal diamankan petugas dari Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Batam, belum lama ini.
Delapan calon PMI ilegal diamankan petugas dari Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Batam, belum lama ini. [Puspen TNI]

Limawaktu.id, Batam - Tim Satgas Lantamal  IV Batam Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran, berhasil menggagalkan penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia.

Dalam pengungkapan kasus ini, delapan calon PMI ilegal diamankan. masing-masing terdiri dari empat warga negara asing (WNA) Bangladesh, tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Lombok dan seorang tekong berinisial S alias A (30 tahun).

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, mengatakan, Dari informasi yang didapat oleh pihak TNI AL, untuk satu orang yang akan diberangkatkan ke Malaysia, dipatok biaya sebesar Rp13 juta hingga Rp18 juta untuk WNI dan 4 WNA Non Prosedural Asal Bangladesh diminta Dana masing-masing Sebesar 5.550 RM (total : 79 juta rupiah) oleh Tekong yang berdomisili di Batam. Saat penggagalan itu mereka tengah berada dalam speedboat bermesin 40 dan 15 PK, yang keduanya berada di Pulau Pecong.

 "Saat tim melakukan penyisiran di lokasi, terlihat secara visual, ada speedboat sedang melintas. Setelah dikejar, tim mengamankan 4 WNA Bangladesh dan 1 tekong", terang Tjatur, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2024).

Dia menjelaskan, awalnya tim Satgas menerima informasi akan ada pemberangkatan calon PMI secara ilegal dari pelabuhan rakyat Dapur 12 Sagulung menuju Pulau Geranting di Kecamatan Belakang Padang.

"Selanjutnya saat kembali melaksanakan pengintaian dan melihat adanya kapal boat bermesin 15 PK masuk mengarah ke dalam Sungai Dapur Arang dan langsung melakukan pengejaran", tandasnya.

Adapun ke delapan orang yang diamankan yakni berinisial S, N, S, M, JI, R, ZK dan M. Selanjutnya ketiga calon PMI Non Prosedural dan seorang tekong diserahkan kepada pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), sementara pekerja WNA asal Bangladesh diserahkan kepada pihak Imigrasi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima serta melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, guna menjamin keamanan, terlebih di wilayah perbatasan.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer