Selasa, 22 Februari 2022 16:17

Ridwan Kamil Pernah Merasakan Tinggal di Barak Tentara

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Sebagai kota militer, di Cimahi banyak terdapat sejumlah instansi militer yang menjadi bagian dari pertahanan Negara. Karena terdapat sejumlah Pusat Pendidikan (Pusdik) militer itulah anggota Tni Angkatan Darat di seluruh Nusantara pasti pernah merasakan menjadi bagian dari Kota Cimahi.

Keberadaan Pusdik militer yang dilengkapi dengan fasilitas barak tempat tinggal para praurit TNI yang sedang mengikuti pendidikan militer ternyata memiliki kenangan tersendiri bagi sebagian anggota TNI Angkatan Darat, tak terkecuali dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ternyata pernah merasakan suka dukanya tinggal di barak tentara.

 Bukan karena dia sebagai anggota tentara, tetapi karena pernah merasakan suasana barak saat harus mengikuti pendidikan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya pernah menjadi PNS sebagai dosen di ITB, sebelum  diangkat jadi PNS saya dididik untuk mengikuti prajabatan yang dilaksanakan di Pusdik Armed, disitulah saya merasakan bagaimana tinggal di barak tentara,” ungkap Emil, sapaan akrabnya, saat mersemikan Underpass Dustira-Sriwijaya, pada Selasa (22/2/2022).

Dikatakannya, saat dua minggu tinggal di barak itulah dia merasakan bagaimana suasana tinggal di Pusat Pendidikan Militer tersebut.

“Bahkan saya pernah merasakan bagimana kamar mandi di barak tentara yang tidak ada sekatnya,” katanya.

Terkait dengan dibangunnya Underpass Dustira-Sriwijaya, Emil menyebutkan, Kota Cimahi merupakan salah satu kota strategis nasional karena di Cimahi banyak terdapat instansi pertahanan Negara, sehingga haru dilakukan percepatan salah satunya dengan pembangunan Underpass di Jalan Dustira.

Emil menjelaskan, tahun depan kereta api cepat Bandung-Jakarta akan beroperasi dengan titik pemberhentian di Padalarang yang selanjutnya penumpang akan melanjutkan perjalannya dengan kereta api reguler. Jika hal ini tidak diantisipasi maka akan terjadi kemacetan disejumlah perlintasan kereta api, karenanya pemerintah menetapkan untuk dilaksanakan pembangunan fly over ataupun underpass.

“Undepass  Dustira ini dibangun dalam rangka percepatan, sehingga bisa mengurai kemacetan dan menggerakan roda ekonomi,” pungkasnya.

 

 

 

Baca Lainnya

Topik Populer