Limawaktu.id, Pangandaran - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung resmi menutup Operasi SAR hari pertama (H.1) terhadap insiden tenggelamnya dua remaja di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu malam.
Peristiwa tragis itu terjadi di sekitar Jalan Pantai Bulak Setra, Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Dari dua korban, satu remaja berhasil selamat, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhamad Luthfi Padilah (14). Sementara rekannya, Muhamad Harian Azam (15), berhasil diselamatkan.
Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi penemuan korban dari nelayan setempat pada pukul 20.50 WIB. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik terakhir terlihat (last known position/LKP), tepatnya di koordinat 7° 41.148'S dan 108° 40.825'E.
“Begitu menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi,” ujar Edwin.
Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 22.20 WIB setelah dilakukan debriefing oleh seluruh unsur yang terlibat.
Operasi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Basarnas Pos SAR Pangandaran, Satpolairud Polres Pangandaran, Pos TNI AL, SAR Barakuda, serta Pangandaran Dive Club dengan kekuatan puluhan personel.
Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan laut.