Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna saat acara Lomba Cipta Menu antar Kelurahan di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (25/6/2019).
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna saat acara Lomba Cipta Menu antar Kelurahan di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (25/6/2019). [ferybangkit]
News

Rasi Belum Sepenuhnya Dilirik Warga Cimahi

Limawaktu.id - Upaya Pemerintah Kota Cimahi untuk menjadikan Beras Singkong (Rasi) sebagai alternatif pangan pengganti nasi masih sebatas angan-angan saja.

Saat ini, kebiasaan makan Rasi hanya dilakukan warga Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, yang memang dari dulu menjadikan singkong sebagai pangan utama mereka.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, permasalahan menggantikan padi dengan singkong sebagai pangan utama terletak pada sulitnya merubah pola pikir masyarakat yang memang sudah terbiasa dengan beras.

"Tidak gampang memang ketika merubah suatu kebiasaan yang sudah diyakini. Menurut saya harus lambat laun merubah paradigma hidupnya," ujar Ajay saat ditemui disela-sela Lomba Cipta Menu antar Kelurahan di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (25/6/2019).

Dikatakannya, pihaknya semalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menambahkan, agar masyarakat mau melirik Rasi sebagak pangan utama, perlu pendekatan dengan perlahan. Sebab jika dipaksakan, masyarakat akan menolak karena tidak terbiasa.

"Kalau sekaligus pasti menolak. Memang secara tekstur dan rasa itu jauh dibandingkan dengan nasi biasa. Tapi kan ini sumber pangan alternatif, bukan untuk dijadikan sumber pangan utama, opsional lah," jelasnya.

Secara kuantitas, hasil olahan rasi warga Cireundeu belum banyak dan belum menyentuh kalangan luas, di luar Kota Cimahi. Setiap menanam, biasanya warga menyiapkan bibit hingga 1 ton.
"Dari 1 ton bibit itu paling hanya bisa diolah setengahnya jadi rasi, karena ada penyusutan," ujarnya.

Agar Rasi mudah didapatkan oleh masyarakat umum, pihaknya tengah berupaya mengurus segala hal yang dibutuhkan agar rasi bisa dipasarkan melalui penjualan di minimarket maupun supermarket.

"Saat ini kami sedang mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dengan Dinas Kesehatan, dan dilengkapi dengan sertifikat halal, dipercantik pada segi pengemasannya, dan sangat mungkin akan kita pasarkan di industri ritel," pungkasnya.

Baca Lainnya