Sabtu, 16 Desember 2017 18:50

Rangsang Siswa Belajar, MTs Al-Islam Bandung Manfaatkan Teknologi Informasi

Reporter : Jumadi Kusuma
Para siswa MTs Al-Islam Bandung belajar menggunakan aplikasi yang terpasang di  tablet
Para siswa MTs Al-Islam Bandung belajar menggunakan aplikasi yang terpasang di tablet [limawaktu]

Limawaktu.id, - Perkembangan pesat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tidak bisa dihindari, karenanya Madrasah Tsanawiyah (mts) Al-Islam Bandung sejak tahun ajaran 2017 berinovasi dengan memanfaatkan TIK untuk proses kegiatan belajar mengajar, dengan cara swadaya merintis pembangunan sarana dan prasarana sekolah menuju smart classrooms.

Kepala Sekolah MTs Al-Islam Fathurrohman, S.Pdi yang ditemui diruang kerjanya menjelaskan kepada limawaktu.id. Slama ini handphone dan tablet seringkali dipake hal-hal yang kurang baik oleh siswa, "Untuk itu MTs Al-Islam dengan menggunakan kurikulum 2013 merintis pemanfaatan TIK kearah pembelajaran, fasilitas tablet dan wifi gratis disediakan sekolah. Jadi untuk program literasi siswa tidak usah beli buku, semuanya sudah terpasang dalam aplikasi tablet," terangnya.

Dengan menggunakan TIK untuk pembelajaran menurut Fathur, siswa lebih bergairah dalam belajar dan miningkatkan minat baca serta belajar lebih interaktif tidak monolog. Selain itu penggunaan TIK bisa menghemat anggaran, "Biasanya setiap Penilaian Tengah Semester (PTS) mengeluarkan biaya untuk penggandaan soal hampir Rp. 4 juta, sekarang dengan TIK guru cukup menulis soal dilaptop yang ditampilkan di slide dan siswa menjawabnya ditablet masing-masing. Setelah itu proses pemeriksaan dan penilaian hasil ujian juga lebih cepat", katanya.

Walaupun MTs Al-Islam sudah memanfaatkan TIK, tetap tidak melupakan jatidiri sebagai sekolah Islam dengan mewajibkan lulusannya hafal minimal tiga juz al-Quran, "Kalau lulusan tidak hafal minimal tiga juz Quran maka ijazahnya bisa ditahan, dan hal itu dibuktikan dengan adanya sertifikat".

Terkait biaya sekolah, Fathurrohman menjamin biayanya relatif terjangkau, "Orangtua siswa cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 1,5 juta, itu sudah termasuk seragam gratis dan fasilitas tablet untuk masing-masing siswa, tidak ada pungutan lagi semisal SPP".

Sementara itu sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam (YPPI) Holis Bandung yang menaungi MTs Al-Islam, Endang Suherli, S.Psi menuturkan pembangunan sarana dan prasarana sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, "Kami saat ini sedang membangun empat ruangan dan rencananya bangunan tiga lantai termasuk laboratorium multimedia, selama ini menggunakan anggaran secara swadaya dan sampai saat ini belum mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Kota Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, padahal jika dikalkulasikan total anggaran tidak kurang Rp. 1 miliar", keluhnya. (jk)

Endang Suherli
Endang Suherli

https://www.instagram.com/mtsalislam_bandung/

16 Desember 2017 18:03 Balas

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae

16 Desember 2017 12:46 Balas