Rabu, 21 Februari 2024 20:22

Putting Beliung Terjang Kawasan Jatinangor dan Rancaekek

Penulis : Wawan Gunawan
Beredar video kejadian puting beliung di Rancaekek pada pesan whatsapp
Beredar video kejadian puting beliung di Rancaekek pada pesan whatsapp [Tangkapan Layar ]

Limawaktu.id, Bandung – Video yang beredar tentang kejadian  Puting Beliung disertai hujan deras menerjang Kawasan Jatinangor serta Rancaekek akibat peristiwa tersebut sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan material yang beterbangan.

Dalam video yang beredar di pesan whatsapp, angin puting beliung terlihat sangat kencang dan tinggi melewati rumah-rumah dengan membawa material yang dihampirinya. Peristiwa alam tersebut bergerak di sepanjang jalan Raya Nasional Bandung – Garut, pada sore hari, Rabu (21/2/2023).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengaku sedang mengecek dampak dari peristiwa tersebut. “Sedang kami cek,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Hadi Rahmat, Rabu (21/2/2024).

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan hujan ekstrem terjadi di lokasi kejadian puting beliung. Fenomena puting beliung terjadi akibat dampak  ikutan pertumbuhan awan cumulonimbus dan berlanjut hujan lebat disertai angin kencang dengan durasi singkat dan skala lokal.

"Suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia relatif hangat mendukung penambahan suplai uap air ke wilayah Indonesia termasuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, selaras dengan kelembapan udara di lapisan 850-500 mb yang relatif basah yakni antara 45-95 persen," kata dia, dikutip Republika.

Ia melanjutkan terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Pulau Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya area netral poin dengan area pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) serta belokan angin (shearline) berada di sekitar wilayah Jawa Barat. Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan di sekitar wilayah konvergensi dan belokan angin tersebut.

"Indeks labilitas berada pada kategori labil sedang hingga tinggi di sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal," kata dia.

 

Baca Lainnya